Yen Tertekan Yield Obligasi AS

Yen Jepang terus melemah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Selasa malam ini. Menguatnya yield obligasi US Treasury dan kenaikan harga komoditas khususnya minyak, membuat para investor meninggalkan Yen. USD/JPY diperdagangkan di 113.62 satat berita ini ditulis, melanjutkan reli sejak tanggal 7 Oktober.

Pelemahan Yen dalam beberapa waktu terakhir ini, terjadi saat yield obligasi global melonjak merespon kekhawatiran soal inflasi. Pelemahan Yen versus Dolar AS bahkan mencapai 4%. Yield obligasi 10-tahunan AS memuncaki 1.60% kembali setelah terakhir tercapai di akhir Mei.

Pernyataan PM Jepang yang baru dilantik, Fumio Kishida, mengenai pajak, turut melemahkan Yen. Akhir pekan kemarin, Kishida mengatakan dia tidak akan berupaya mengubah pajak negara dan dividen keuntungan modal. Isu tersebut sempat menakuti para investor dan menimbulkan kekhawatiran tentang arus keluar dari pasar saham.

“Terobosan minggu lalu pada imbal hasil obligasi AS dan pengembalian pajak atas keuntungan modal selama akhir pekan telah membantu para pemegang posisi long di pasar saham dan posisi long di perdagangan mata uang komoditas versus yen,” kata Kenneth Broux, ahli strategi FX di Societe Generale.

Lonjakan imbal hasil AS memaksa para investor untuk menjual yen versus Dolar AS, yang mengakibatkan penurunan harian terbesar kedua dalam nilai mata uang Jepang pada hari Senin.

Tak hanya terhadap Dolar, Yen juga menduduki level rendah beberapa bulan terhadap mata uang utama lainnya seperti sterling, euro dan dolar Aussie. Terhadap Yen, semua mata uang tersebut diperdagangkan tak jauh dari tertinggi tiga bulan.

Mata Uang Safe Haven Lain Justru Menanjak

Sebuah survei sentimen pasar bulanan yang dilakukan oleh Deutsche Bank pada bulan Oktober mencatat bahwa sebagian besar responden mengharapkan hasil Treasury AS naik dari level saat ini. Akan tetapi berkebalikan dari yen, mata uang safe-haven secara global justru diminati karena indikator global sentimen pasar menunjukkan tanda-tanda peringatan.

Swiss Franc contohnya, masih menekan Euro di level rendah sejak pertengahan September 2021, khususnya pasca sentimen ekonomi Jerman dilaporkan tergelincir.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.