USD/JPY Melejit Abaikan Data PMI Manufaktur Dan JOLTs AS

Walaupun Indeks Dolar AS tergelincir pasca laporan PMI ISM Manufacturing dan JOLTs Job Openings Amerika Serikat, tetapi Dolar AS masih mengungguli Yen secara signifikan. Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis 0.15% ke 96.08 setelah data-data tersebut dirilis. Sedangkan USD/JPY menanjak 0.67% ke 116.08, tertinggi sejak 11 Januari 2017.

Menurut analis Joe Manimbo dari Western Union Business Solution, hal itu karena USD/JPY saat ini lebih terpengaruh pada pergerakan yield dibandingkan dengan isu lainnya, termasuk isu varian Omicron. Potensi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini menjadi katalis utama yang membuat Yen tertekan terhadap Dolar AS, karena membangkitkan minat risiko.

“Yang utama di sini, Omicron memang belum dapat diprediksi. Namun sejauh ini, pasar belum merasakan indikasi bahwa hal itu akan memberikan gangguan berarti pada pemulihan ekonomi. Sorotan utama tertuju pada kebijakan bank-bank sentral dan bagaimana mereka akan mendorong naik suku bunga.” kata Manimbo.

PMI ISM Manufaktur AS Dan JOLTs Job Openings Lebih Buruk Daripada Ekspektasi

Data ekonomi AS yang dipublikasikan pada Selasa malam ini mencatatkan penurunan. Baik data PMI ISM Manufacturing maupun data JOLTs Job Openings, keduanya sama-sama meleset dari ekspektasi. Akibatnya, indeks Dolar AS yang kemarin bertengger di level tinggi, kini memangkas perolehan.

The Institute for Supply Management (ISM) yang menerbitkan data PMI Manufacturing AS melaporkan, indeks aktivitas turun ke 58.7 pada bulan Desember. Level tersebut lebih rendah dari 61.1 sebelumnya dan ekspektasi 60.0, sekaligus menjadi yang terendah sejak Januari.

Kendati masih jauh di atas batas minimum ekspansi (level 50), penurunan tersebut terjadi akibat masalah kekurangan suplai bahan mentah. Di tengah pemulihan ekonomi dari krisis karena COVID-19 ini, lonjakan permintaan tidak seimbang dengan ketersediaan barang. Kondisi inilah yang juga memicu kenaikan inflasi.

Sedangkan data lainnya adalah JOLTs Job Openings AS yang turun ke 10.562 juta di bulan November. Angka tersebut lebih rendah daripada estimasi 11 juta, dan data bulan Oktober di 11.09 juta.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.