UE Tak Akan Blokir Ekspor Vaksin, Pound Hajar Euro

Poundsterling menjatuhkan Euro setelah bearish dalam tiga hari berturut-turut gara-gara masalah vaksin. Sempat berencana menghentikan ekspor vaksin ke Inggris, Komisi Eropa akhirnya memilih untuk meninjau kembali kebijakan ekspor vaksin. Mereka akan menyusun proposal untuk memastikan bahwa rencana ekspor perusahaan-perusahaan produsen obat tidak akan mengancam suplai vaksin untuk Uni Eropa sendiri.

EUR/GBP anjlok 0.70 persen ke 0.8566 saat berita ini ditulis dan membuat reli tiga hari sebelumnya terhapus hanya dalam sehari.

Menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa hari Kamis ini, Komisi Eropa telah menugaskan negara-negara anggotanya untuk melakukan evaluasi, apakah ekspor vaksin “telah sesuai” atau belum. Hal itu diperlukan untuk memutuskan apakah pemblokiran pengiriman vaksin ke sejumlah negara diperlukan atau tidak.

Vaksin Inggris Sudah Diproduksi Di Inggris, Kekhawatiran Pasar Berlebihan

“Potensi larangan atau pembatasan ekspor vaksin ke Inggris dari UE ditengarai oleh banyak analis valuta asing yang kami ikuti, sebagai penyebab penurunan nilai Pound Inggris baru-baru ini. Namun ketakutan ini berpotensi berlebihan,” kata Stephen Gallo, Kepala Eropa Strategi FX di BMO Capital Markets.

Dalam catatan kepada kliennya minggu ini, Gallo menuliskan bahwa sebagian besar dosis vaksin yang ditujukan untuk warga Inggris sebenarnya sudah diproduksi di Inggris. Oleh karena itu, ia menduga bahwa ada faktor lain yang mungkin berada di balik penurunan Pound sebelumnya.

“Dalam hal dampak terhadap ekonomi riil, Inggris sebenarnya belum menerima satu pun dari 100 juta dosis vaksin Oxford atau AstraZeneca dari UE. Kecuali sejumlah kecil yang diproduksi di pabrik Leiden (Belanda),” kata Gallo. Dia mengatakan sebagian besar dari 100 juta dosis yang akan diterima Inggris akan dibuat di Inggris atau India.

Seruan larangan ekspor vaksin terjadi pada saat Sterling sudah berkinerja buruk. Bertepatan pula menjelang keputusan Uni Eropa tentang apakah akan memblokir atau tidak ekspor vaksin ke negara lain. Uni Eropa juag perlu mempertimbangkan bagaimana pemblokiran semacam itu dapat berhasil.

“Jika ekspor vaksin diblokir secara efektif, pound bisa terdepresiasi lebih lanjut terhadap dolar dan euro,” kata Asmara Jamaleh, Ekonom di Intesa Sanpaolo. Namun malam ini, Uni Eropa memutuskan untuk tidak memblokir, tetapi hanya mengatur ekspor sehingga Pound menguat pesat terhadap Euro.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.