Tak Ada Kejutan Di Super Thursday, Dolar Lempeng

Setelah menimbulkan sikap wait-and-see sepanjang minggu, menyedot volatilitas dari pasar, dan menyebabkan sebagian besar mata uang mayor terkonsolidasi, event Super Thursday hari ini tampaknya tak banyak menambahkan perubahan pada arah pasar. Inflasi AS–meski naik–masih sesuai dengan perkiraan. Sedangkan kebijakan moneter ECB tak memberikan petunjuk mengenai seberapa lama lagi stimulus pandemi PEPP akan dilaksanakan.

CPI AS Naik, Sesuai Ekspektasi Pasar

CPI bulanan AS yang dianggap lebih berdampak pada Dolar AS justru turun dari 0.8% persen, ke 0.6% pada bulan Mei. Namun demikian, hasil tersebut masih lebih baik daripada ekspektasi penurunan ke 0.4%. Sedangkan Core CPI bulanan yang tidak memperhitungkan harga makanan dan bahan bakar, turun juga dari 0.9% ke 0.7%.

Kenaikan tajam inflasi tahunan AS terjadi setelah tahun lalu, inflasi terjun bebas akibat kebijakan Lockdown yang terpaksa diberlakukan demi mencegah penularan virus COVID-19. Begitu normalisasi ekonomi perlahan dilakukan tahun ini, dan vaksin COVID-19 diimplementasikan pada penduduk AS, inflasi pun kembali menggeliat.

Harga minyak yang pulih juga turut berkontribusi pada kenaikan inflasi AS bulan lalu. Data menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak saat ini mencapai 56.2% jika dibandingkan dengan bulan Mei 2020.

Kebijakan ECB Tak Beri Petunjuk Tentang PEPP

Sore tadi, ECB memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter dan tidak memberikan petunjuk yang jelas tentang kelanjutan program stimulus PEPP. Akan tetapi, Bank sentral Eropa tersebut menaikkan Outlook pertumbuhan dan inflasi. Mereka berkomitmen untuk menjaga aliran stimulus yang cukup, dengan alasan khawatir jika menghentikannya dalam waktu dekat akan menghambat pemulihan.

“Inflasi telah naik dalam beberapa bulan terakhir, sebagian besar karena efek dasar, faktor-faktor sementara, dan kenaikan harga energi. Diperkirakan inflasi akan naik lebih tinggi lagi di paruh kedua tahun ini, sebelum jatuh kembali begitu faktor sementara memudar,” jelas Lagarde dalam konferensi pers.

“Proyeksi perangkat baru kami menunjukkan adanya peningkatan bertahap dalam tekanan inflasi yang mendasar di seluruh cakupan proyeksi, meskipun tekanan tersebut terbilang kurang dalam konteks ekonomi yang masih lesu… Inflasi utama diperkirakan akan tetap di bawah target kami untuk seluruh cakupan proyeksi.” imbuh Lagarde.

Indeks Dolar hanya tergelincir sedikit di sesi perdagangan Kamis malam, setelah data inflasi AS dan pengumuman kebijakan ECB dirilis. Para investor menilai data tersebut sesuai dengan ekspektasi, sehingga mereka tak menemukan alasan untuk mengambil perubahan posisi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.