Sudah Melemah, Pound Makin Babak Belur Setelah Laporan CPI AS

Poundsterling kian melemah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Rabu malam ini, setelah Inflasi AS yang meningkat melambungkan mata uang AS. Sebelumnya, Pound sudah tertekan oleh masih berbelit-belitnya kesepakatan perdagangan di perbatasan Irlandia Utara, dalam perjanjian Brexit.

Dolar AS menguat setelah CPI AS dilaporkan naik 0.9% bulan Oktober, dari 0.4% di bulan sebelumnya. Dalam basis tahunan, inflasi AS sudah tembus 6.2%, lebih tinggi daripada perkiraan para analis di 5.8%. Data tersebut memicu spekulasi Fed Rate Hike lebih cepat, sehingga Dolar menguat terhadap mata uang-mata uang lain termasuk Pound.

Hari ini, kesepakatan Brexit kembali mempengaruhi kinerja mata uang Inggris. Seperti yang diketahui, Inggris sudah keluar dari keanggotaan Uni Eropa sejak tahun lalu. Namun, perceraian Inggris dari UE tersebut masih menyisakan masalah perbatasan atruan perdagangan di Irlandia Utara.

Sterling berada di bawah tekanan setelah jajaran menteri pemerintahan Irlandia menggelar rapat untuk membahas rencana darurat jika ketidaksepakatan antara Inggris dan UE memicu gangguan perdagangan besar.

“Risiko penurunan kemungkinan akan terjadi pada Pound dalam beberapa hari ke depan, mengingat semakin besar kemungkinan bahwa Inggris akan secara sepihak menangguhkan bagian dari Protokol Irlandia Utara,” demikian analisis dari tim ING.

Selain itu, pasar juga akan memperhatikan data-data ekonomi terbaru Inggris untuk mendapatkan petunjuk mengenai timing kenaikan suku bunga BoE, setelah pengumuman kebijakan moneter BoE pekan lalu.

Pound Dibayangi Ketidakpastian Rate Hike BoE

Pound sendiri telah dikecewakan oleh kebijakan moneter BoE minggu lalu. Ketika pasar mengekspektasikan kuat bank sentral Inggris akan naikkan suku bunga, kebijakan yang diumumkan justru sebaliknya: suku bunga BoE dipertahankan. Komite MPC bank sentral Inggris memberikan suara 7-2 untuk mempertahankan suku bunga acuannya, tidak berubah dari level terendah sepanjang sejarah di 0.1%.

Adapun 6-3 hasil suara mendukung kelanjutan program pembelian obligasi pemerintah Inggris saat ini dengan target saham £875 miliar ($1,2). triliun). MPC bersuara bulat untuk mempertahankan £20 miliar pembelian obligasi korporasi, dan menjaga program pembelian aset total pada £895 miliar. Kini pasar memperkirakan bahwa Desember akan menjadi waktu kenaikan Rate BoE di tengah bayangan ketidakpastian yang cukup tinggi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.