Sterling Tergelincir Versus Dolar AS Sebagai Safe Haven

Sterling melemah terhadap Dolar AS di sesi Jumat malam, sehubungan dengan meningkatnya tensi AS-China. Hal itu menyebabkan permintaan terhadap Dolar AS menguat, sehingga Pound sterling turun. Namun, mata uang Inggris tersebut tetap berhasil pulih versus Euro.

Tensi antara dua ekonomi terbesar dunia, AS dan China, mendorong para investor untuk bertaruh pada aset-aset safe haven. China kembali memperketat otoritasnya terhadap Hongkong. Sementara AS, bersikeras menentang dan mendesak China untuk membatalkan UU keamanan nasional atas teritori Hongkong. Akibatnya, Sterling melemah terhadap mata uang AS yang menguat terhadap sebagian besar mata uang lain. Pelemahan GBP/USD terbentuk selama tiga hari berturut-turut.

Selain itu, Pound juga tertekan oleh data Penjualan Retail Inggris yang dirilis sore tadi. Gara-gara Lockdown untuk memutus penyebaran virus Corona, penjualan ritel Inggris merosot hingga -18 persen pada bulan April. Level tersebut adalah yang terendah sepanjang sejarah.

ret

Di samping itu, data mengenai pinjaman pemerintah Inggris pada bulan April melonjak tajam dan menjadi yang tertinggi sejak tahun 1963. Akibatnya, utang pemerintah membengkak hingga hampir 100% terhadap data GDP Inggris.

Data-data tersebut menambah tekanan bagi Pound, yang mana sebelumnya telah tertekan oleh negosiasi Brexit yang masih alot. Spekulasi pasar yang santer mengenai pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) ke level negatif, dipicu oleh prospek akan menurunnya inflasi Inggris minggu ini.

“Dengan prospek penuh akan suku bunga negatif di radar pasar, dan khususnya perkiraan harga di akhir tahun ini dan untuk 2021, halangan utama bagi GBP kemungkina adalah arus berita negatif soal negosiasi perdagangan dan kemungkinan mengenai tidak adanya ekstenasi periode transisi Inggris-Uni Eropa,” demikian tulis analis ING.

GBP/USD turun sekitar 0.3 persen ke $1.2174. Namun, Pound menguat terhadap Euro, dimana EUR/GBP melemah tipis 0.08 persen ke 0.8946. Kendati demikian, EUR/GBP masih berada di kisaran level tinggi yang terbentuk sejak tanggal 15 Mei.

eu

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.