Sinyal Dovish ECB Membebani Euro

European Central Bank (ECB) memberikan sinyal untuk mendukung ekonomi Zona Euro dengan suku bunga rendah dalam waktu lama. Lonjakan COVID-19 varian Delta di sejumlah negara termasuk Eropa sendiri, memicu kebijakan pembatasan sosial baru. Lagi-lagi, industri pariwisata Eropa terancam.

Dalam konferensi persnya Kamis (22/Juli) kemarin, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa pandemi masih menghantui pemulihan ekonomi Eropa. Kekhawatiran akan lonjakan kasus infeksi baru tetap tak bisa dihindari walaupun pertumbuhan ekonomi Eropa diperkirakan akan menguat dalam beberapa bulan ke depan.

“Varian Delta dari virus Corona dapat menjatuhkan pemulihan di sektor jasa, khususnya dalam pariwisata dan hiburan,” kata Lagarde.

Oleh karena itu, ECB memutuskan untuk tetap membeli obligasi dan menjaga suku bunga tetap negatif dalam upaya untuk menjaga perekonomian Eropa dari pertumbuhan inflasi yang lambat. Bank sentral tersebut menambahkan bahwa mereka juga bersiap menoleransi inflasi yang moderat atau lebih tinggi daripada target.

Sinyal dovish dari ECB tersebut terkesan bertolak belakang dengan Federal Reserve. Para pejabat top bank sentral AS tersebut malah diprediksi akan segera mendiskusikan waktu tapering obligasi.

Ironisnya, kendati kenaikan inflasi telah menjadi kekhawatiran di AS, Zona Euro masih saja terjebak dalam inflasi rendah. Padahal, pelonggaran moneter super longgar sudah bertahun-tahun diimplementasikan oleh bank sentral benua Biru tersebut.

Pasca kebijakan ECB, Euro pun melemah. Pelemahan tersebut berlanjut hingga sesi perdagangan Jumat malam ini, dengan EUR/USD yang turun tipis 0.07 persen ke 1.1761. Selain kebijakan ECB, penguatan Dolar AS juga menjadi salah satu faktor penekan Euro.

Akan tetapi, tim analis ECB melihat adanya potensi penguatan EUR/USD ke kisaran $1.1851 dalam jangka pendek. “Kurangnya petunjuk tentang langkah kebijakan di masa depan adalah kekecewaan moderat bagi mereka yang mencari sinyal dovish yang lebih kuat,” tulis analis TD Securities.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.