Sempat Melonjak Pasca Notulen FOMC, Dolar AS Sedikit Kalem

Dolar AS mulai menipiskan pelemahan di sesi perdagangan Kamis malam, setelah kemerosotan pasca rilis notulen FOMC pagi tadi. Hasil rapat The Fed pada Desember lalu tersebut menunjukkan semakin besarnya peluang kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Dolar AS diperdagangkan di 96.16 saat berita ini ditulis. Sedangkan EUR/USD sudah turun 0.06% ke 1.1305.

Siap-Siap, The Fed Akan Segera Naikkan Suku Bunga

Notulen FOMC menunjukkan sentimen hawkish, dimana para pembuat kebijakan bank sentral AS tersebut masih fokus pada masalah kenaikan inflasi. Seiring dengan mengetatnya sektor tenaga kerja, maka peluang Rate Hike yang lebih cepat daripada ekspektasi menjadi semakin besar. Begitupula dengan tapering pembelian obligasi yang akan semakin dipercepat.

Hasil voting juga menunjukkan bahwa para pejabat The Fed kompak dalam memandang perlunya akselerasi tapering tahun ini. Selain karena masalah inflasi, juga karena masalah “bottleneck” dalam suplai global.

Lonjakan kasus infeksi Omicron di AS yang sudah mencapai satu juta kasus per hari ini, tak menggoyahkan keputusan para pejabat The Fed. Mereka tak mengesampingkan akan adanya tekanan di tengah perjalanan pengetatan moneter nanti karena varian virus tersebut. Namun, hal itu diyakini tak akan secara fundamental mengubah alur pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

“Para peserta rapat umumnya mencatat bahwa, mengingat pandangan masing-masing untuk ekonomi, pasar tenaga kerja, dan inflasi, kenaikan Fed Fund Rate (FFR) mungkin diperlukan lebih segera atau lebih cepat daripada yang diantisipasi peserta sebelumnya. Beberapa peserta juga mencatat bahwa sudah sesuai untuk The Fed mengurangi balance sheet secara relatif segera setelah mulai menaikkan suku bunga,” demikian yang tertulis dalam notulen FOMC.

Kini, para trader memasang peluang 70% akan kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin di bulan Maret mendatang, demikian menurut CME FedWatch Tool. “Pasar sedang menaruh perhatian pada kebijakan moneter dan ketidaksesuaian dengan kondisi. Hal inilah yang sangat mempengaruhi Dolar,” kata John Kicklighter, analis DailyFX.com.

“Jika Anda sudah mantap memprediksi kemungkinan yang paling agresif, pandangan hawkish yang akan Anda dapatkan, lalu seberapa jauh lagi Dolar AS akan bergerak?”

Sebagian besar analis mematok level 96.4 sebagain poin resisten teknikal indeks Dolar. Lebih jauh, analis Mizuho Seteven Ricchiuto mengantisipasi apresiasi Indeks Dolar sampai level 98 hingga 100 di awal tahun 2022 ini.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.