Rekomendasi Broker Forex Terbaik dan Terpercaya

Banyak calon trader yang bertanya-tanya tentang apa peran broker dalam perdagangan forex. Bahkan tak jarang pula ada pemula yang ingin tahu tentang apakah kita bisa trading forex tanpa broker? Jawabannya, tentu tidak bisa. Baik platform trading online maupun kurs hanya dapat diakses berkat fasilitas broker, sehingga transaksi forex pun cuma bisa dilakukan setelah bergabung dengan salah satu broker tertentu.

Lho, tapi katanya banyak broker itu penipu? Faktanya, bisnis apa pun bisa dijadikan modus operandi untuk penipuan. Memang ada penipu berkedok broker, tetapi jumlah broker forex yang terpercaya justru jauh lebih banyak lagi. Yang perlu kita lakukan agar bisa trading forex dengan aman adalah memilih broker forex terbaik dan paling cocok dengan situasi kita. Oleh karena itu, semua trader harus memahami sosok broker yang penting ini.

Apa itu Broker Forex ?

top broker forex terbaik dan terpercaya untuk trader Indonesia

Broker forex adalah pihak yang bertugas menghubungkan trader dengan jaringan bank-bank besar yang membentuk pasar forex internasional. Lingkup tugas broker forex termasuk menyediakan platform trading online, feed harga aset, kurs mata uang, sistem setoran dan penarikan dana, serta layanan pelanggan untuk para klien-nya.

Broker forex biasanya berbadan hukum Perseroan Terbatas dengan kepemilihan saham tertutup (tidak melantai di bursa efek). Agar dapat menyediakan fasilitas trading berkualitas, broker forex perlu menjalin relasi dengan beberapa pihak. Antara lain:

  1. Penyedia Likuiditas (Liquidity Provider)

LP merupakan bank atau perusahaan keuangan yang dapat menyediakan likuiditas dan feed harga untuk platform trading online. Contohnya: JP Morgan, ABN Amro, dan lain-lain

  1. Pengembang (Software Developer)

Broker forex bisa mengembangkan platform trading sendiri, tapi mereka juga bisa membeli lisensi platform trading yang sudah dibuat oleh perusahaan lain. Contohnya Metaquotes yang memiliki software Metatrader, serta Spotware yang memiliki software cTrader.

  1. Badan Pengawas (Regulator)

Negara mana pun pasti menginginkan operasional pasar keuangan yang lancar dan sesuai standar. Oleh karena itu, hampir semua negara memiliki badan pengawas atau regulator khusus bidang pasar keuangan dan perdagangan berjangka. Di Indonesia, peran regulator forex dipegang oleh Bappebti yang berada di bawah Departemen Perdagangan. Beberapa regulator forex negara lain contohnya ASIC Australia, FCA Inggris, JFSA Jepang, dan NFA/CFTC Amerika Serikat.

Jerih payah broker menjalin relasi dengan banyak pihak demi menyediakan fasilitas trading unggulan ini tentu tidak gratis. Pembukaan rekening (akun) trading gratis, tetapi trader perlu memberikan imbalan dalam bentuk komisi dan spread kepada broker. Spread adalah selisih kurs jual/kurs beli yang berlaku dalam perdagangan forex. Sedangkan komisi adalah biaya yang perlu dibayar untuk setiap volume perdagangan tertentu.

trading forex online lewat broker

Tipe Broker Forex

Broker forex dapat digolongkan menjadi beberapa tipe berdasarkan status perijinan (regulasi) dan cara kerja masing-masing. Anda harus memahami beragam tipe broker forex ini sebelum mulai memilih perusahaan mana yang akan dipercaya menjadi penghubung Anda dengan pasar.

  1. Tipe broker forex berdasarkan penyedia likuiditasnya.

Penyedia likuiditas dibagi dalam dua tier. Tier 1 merupakan bank-bank terbesar dunia dan dianggap lebih berkualitas daripada Tier 2, tetapi akses likuiditas Tier 1 biasanya membutuhkan modal trading lebih tinggi. Sebagian broker memperlakukan info penyedia likuiditas sebagai rahasia bisnis, sehingga trader akan sulit menghimpun data secara komprehensif. Meski demikian, kesediaan broker untuk memaparkan siapa penyedia likuiditas-nya bisa menjadi nilai plus.

  1. Tipe broker forex berdasarkan status perijinanya.

Ada broker teregulasi (berijin) dan broker tidak teregulasi (tak berijin). Broker teregulasi pun dibagi lagi menjadi dua, yakni broker yang memiliki “ijin resmi” dari badan pengawas keuangan yang berafiliasi dengan pemerintah, serta broker yang memiliki “ijin tidak resmi” berupa keanggotaan dalam asosiasi mandiri. Diantara semua tipe ini, broker berijin teregulasi resmi memiliki status paling terpercaya.

  1. Tipe broker forex berdasarkan cara kerja sistem.

Ada dua golongan broker forex dalam kategori ini, yaitu broker Dealing Desk (DD) dan Non-Dealing Desk (NDD). Broker DD dikenal pula sebagai Market Maker (broker bandar). Broker NDD terdiri dari dua kelompok lagi, yaitu STP (Straight Through Processing) dan ECN (Electronic Communication Network). Apa ciri-ciri broker DD dan broker NDD? Kita akan mengulas topik ini di bagian berikutnya.

3. Tipe broker forex berdasarkan cara kerja sistem

Tipe Broker Dealing Desk dan Non-Dealing Desk

Ada broker forex yang menyatakan dengan jelas apakah pihaknya menggunakan sistem Dealing Desk atau Non-Dealing Desk. Namun, tak jarang pula trader harus menelisik sendiri sistem apa yang digunakan oleh broker. Jadi, sebaiknya perhatikan ulasan tentang broker DD dan NDD di bawah ini.

  1. Broker Dealing Desk (DD)

Broker Dealing Desk melayani langsung order jual maupun beli dari trader. Status broker merupakan counterparty dalam semua transaksi jual maupun beli forex. Cara kerja broker seperti ini sering menimbulkan kekhawatiran, karena bisa saja broker sengaja merekayasa harga agar trader merugi dan broker mendapat keuntungan. Namun, sebenarnya ini merupakan tiruan dari bentuk bisnis forex paling tradisional, yaitu penukaran valas langsung di bank.

Faktanya, ada banyak broker DD manipulatif dan ada broker DD kredibel. Broker DD yang kredibel mampu menyediakan layanan trading reliabel dengan volume trading minimum sangat rendah (lot nano atau sen), memberikan leverage tinggi, fixed spread (spread tetap), atau menggratiskan biaya komisi maupun spread. Semua fasilitas itu dapat dinikmati oleh trader dengan nyaman, asalkan trader memilih broker forex yang sudah teregulasi dan bereputasi baik.

  1. Broker Non-Dealing Desk (NDD)

Broker NDD tak melayani sendiri order trader, melainkan menyalurkannya ke jaringan interbank yang mewakili pasar forex. Order yang masuk ke Broker NDD-STP akan dialihkan ke sebuah kolam likuiditas (“liquidity pool”) di mana order dieksekusi berdasarkan posisi harga terbaik di sana. Sedangkan broker NDD-ECN mengoper order ke jaringan bank internasional dan penyedia likuiditas (liquidity provider) lain, sehingga order trader akan dieksekusi sesuai dengan harga terbaik yang ditawarkan pelaku pasar.

Singkatnya, trader tak perlu khawatir akan adanya konflik kepentingan dengan broker NDD. Namun, seperti apakah kondisi trading yang disediakannya? Ciri khas sistem kerja tipe broker STP dan ECN terutama dapat dilihat pada lima hal berikut ini:

  1. Broker Dealing Desk memfasilitasi trading forex dengan eksekusi instan (instant execution) karena melayani order trader secara langsung, Sedangkan NDD-STP dan NDD-ECN memfasilitasi trading forex dengan eksekusi pasar (market execution) karena mengikuti penawaran dan permintaan pasar terkini.
  2. Minimum ukuran lot yang disediakan oleh broker STP/ECN terbatas antara lot standar (1 lot sama dengan 100.000 USD), lot mini (0,1), dan lot mikro (0,01). Mereka tidak bisa menyediakan akun nano maupun sen.
  3. Modal awal untuk trading di broker STP/ECN minimum sekitar 200 Dolar AS atau lebih tinggi lagi. Sebaliknya, broker DD dapat mempersyaratkan modal awal minimum lebih rendah lagi, atau bahkan hanya 1 Dolar AS.
  4. Broker forex ECN terikat oleh banyak kebijakan pasar keuangan yang membuatnya tak bisa sering mengadakan promo ataupun menyediakan layanan trading dengan biaya murah. Jadi, tipe broker ini tak cocok untuk orang-orang yang ingin mendapatkan fasilitas unlimited leverage, fixed spread, maupun zero spread. Leverage broker ECN biasanya terbatas maksimum 1:500 dengan spread mengambang (floating/variable spread).
  5. Khusus broker forex ECN dapat menyediakan informasi penawaran dan permintaan pasar terperinci dalam bentuk Depth of Market (DoM) di platform trading online mereka. Info pasar ini akan sangat bermanfaat bagi trader profesional, tetapi DoM tidak dapat disediakan oleh broker Market Maker maupun STP.

Singkatnya, ada banyak perbedaan antara tipe broker NDD (STP/ECN) dan broker DD, maupun antara broker STP dan broker ECN. Sejumlah broker forex internasional belakangan ini memilih alternatif untuk menawarkan semua fasilitas trading DD dan NDD (STP/ECN) dalam jenis akun berbeda-beda kepada calon klien-nya. Mereka akan menggunakan sistem DD pada akun sen atau nano, kemudian menjalankan sistem NDD untuk akun STP dan ECN. Broker forex yang memadukan beraneka sistem ini kerap disebut sebagai “broker hybrid”.

keamanan broker forex

Cara Memilih Broker Forex Terbaik dan Terpercaya

Nah, setelah mengetahui beragam tipe broker forex di atas, dapatkah Anda menyampaikan tipe apa yang paling bagus? Secara teoritis, tipe broker terbaik adalah yang terhubung dengan penyedia likuiditas Tier-1, teregulasi resmi, memberikan layanan trading hybrid, dan mempersyaratkan modal awal dalam jumlah kecil. Akan tetapi, tak semua trader bisa cocok dengan broker elite seperti itu.

Mengapa demikian? Karena kesiapan investasi, pengalaman, dan persediaan modal setiap orang itu berbeda-beda. Ada broker yang memang cocok untuk pemula, tetapi ada pula yang lebih cocok untuk trader pro. Contohnya fitur DoM yang disajikan oleh broker ECN itu, hanya dapat dianalisis oleh trader berpengalaman saja. Trader pemula justru lebih baik memulai karir trading dengan akun nano, akun sen, atau akun mikro saja.

Setiap orang harus memiliki bekal wawasan memadai agar dapat memilih broker forex terbaik dan terpercaya. Sebagai panduan awal, perhatikan beberapa poin berikut ini:

  1. Pastikan broker forex berijin resmi.

Broker forex yang tak teregulasi berpotensi merugikan klien, karena operasional-nya yang manipulatif ataupun mempersulit penarikan dana. Bayangkan jika Anda sedang asyik trading, lalu tiba-tiba software freeze atau mengekskekusi order pada harga yang tidak pas. Daripada berurusan dengan ulah oknum seperti itu, sebaiknya langsung cari broker forex berijin Bappebti Indonesia atau lembaga regulasi pasar keuangan mancanegara yang bonafide.

Beberapa badan regulator terkenal paling ketat adalah FCA Inggris, NFA/CFTC Amerika Serikat, ASIC Australia, dan JFSA Jepang. Anda bisa trading nyaman dan aman apabila bergabung dengan broker yang dinaungi oleh badan-badna regulator tersebut. Sebaliknya, Anda harus mewaspadai broker forex yang tidak memiliki perijinan (broker tak teregulasi) atau broker dengan perijinan dari negara-negara yang tidak terkenal.

  1. Kenali platform trading online broker.

Calon trader sebaiknya mencoba trading dengan akun demo pada software atau aplikasi broker terlebih dahulu, sebelum membuka akun riil. Akun demo merupakan sarana simulasi trading forex yang bersifat gratis dan tak membutuhkan pendaftaran berbelit-belit. Cukup klik menu pendaftaran akun demo (demo account) di situs broker, mengisi formulir singkat, kemudian mengunduh software/aplikasi dan mulai simulasi trading.

Akun demo sudah diisi dengan uang virtual oleh broker, khusus untuk latihan calon trader. Apabila Anda dapat menggunakannya dengan lancar, barulah mendaftar akun riil (live account) di broker tersebut. Namun waspadalah jika Anda mengalami platform freeze, susah terkoneksi (padahal koneksi internet Anda lancar), sering mengeksekusi order pada harga yang tidak pas (requote), atau terlalu rumit untuk dipergunakan. Ada baiknya juga menjajaki platform beberapa broker sebelum bergabung dengan salah satunya.

  1. Jangan mudah tergiur promosi broker.

Ingat, banyak penipu berkedok broker forex di dunia maya. Para penipu ini biasanya memberikan iming-iming garansi profit fantastis dan bonus hingga ribuan dolar AS. Padahal, broker forex semestinya tidak bisa menjamin profit trader sama sekali, karena mereka hanya berperan menghubungkan trader dengan pasar forex saja. Jadi, Anda justru harus mewaspadai broker forex yang menjanjikan profit berlipat ganda dalam aktivitas promosional resminya.

Ingat, kemampuan menghasilkan profit trading forex itu tergantung pada keahlian dan kemahiran trader sendiri. Tak ada trader profesional sukses yang tidak tahu apa-apa tentang forex. Mereka semua perlu jatuh bangun, belajar tanpa kenal letih demi mencapai keuntungan konsisten dan keberhasilan dalam jangka panjang.

  1. Hindari penawaran robot forex.

Tahukah Anda, modus operandi apa yang paling banyak digunakan oleh penipu terkait forex? Ya, itu adalah penawaran robot forex. Para penipu mengklaim robot forex gratis atau berbiaya rendah milik mereka akan bisa menghasilkan keuntungan konsisten dari waktu ke waktu. Anda cukup duduk ongkang-ongkang kaki, langsung bisa menadah uang jutaan rupiah; tertarik? Kedengarannya memang menggiurkan, tetapi semua itu cuma bualan belaka.

Memang ada robot forex yang dapat menghasilkan profit secara efisien dan efektif untuk penggunanya. Namun, robot-robot itu membutuhkan penyesuaian (adjustment) dan maintenance juga, sehingga tidak cocok untuk trader pemula. Selain itu, robot forex yang benar-benar andal semestinya dapat menampilkan bukti trading live seperti akun MyFXBook atau FXBlue yang masih aktif, bukan sekedar screenshot layar yang mudah di-photoshop.

  1. Uji layanan konsumen broker.

Setiap broker pasti memiliki tim layanan konsumen sendiri. Sebagai perusahaan penyedia jasa, mereka selayaknya juga menyediakan beragam jalur agar klien dan calon klien dapat menghubungi mereka. Oleh karena itu, pilihlah broker forex yang menyediakan banyak alternatif kontak dan responsif dalam menanggapi pertanyaan Anda. Tak perlu ragu untuk menengok menu Contact Us pada web broker, lalu menguji Customer Service (CS) mereka dengan pertanyaan apa saja.

Sebuah broker kredibel minimum memiliki tiga jalur komunikasi dengan klien, yaitu email, telepon, dan alamat kantor yang jelas. Lebih baik lagi jika ada fasilitas Live Chat dan media sosial. Selain itu, CS broker paling tidak harus tangkas menanggapi pertanyaan yang masuk dalam jam kerja (Senin-Jumat). Apabila suatu broker forex tidak menanggapi pertanyaan Anda dalam tempo 1×24 jam (toleransi waktu 3×24 jam untuk akhir pekan), maka Anda bisa menganggap broker itu tidak bagus dan tak dapat dipercaya.

  1. Periksa reputasi broker forex.

Aktivitas trading forex bukanlah suatu hal yang baru muncul. Trader forex bahkan sudah aktif di Indonesia sejak 2-3 dekade lalu. Oleh karena itu, sumber daya untuk belajar forex maupun menelisik reputasi broker forex itu sudah banyak tersedia di internet. Kita semua bisa memperoleh testimoni atau review lengkap tentang broker ternama hanya dengan mengetikkan nama-nya di kolom pencarian Google. Alternatif lain, kunjungilah forum online seperti forexfactory.com dan indo.mt5.com untuk berbincang dengan trader yang lebih berpengalaman.

Bisnis forex itu sama saja dengan bisnis lain yang diwarnai dengan oknum dan sabotase. Oleh karena itu, broker teregulasi resmi pun kemungkinan tetap akan menerima komentar sumbang. Sebagai patokan dalam mencari broker terpercaya, perhatikan testimoni trader dengan teliti. Anda tak perlu menghiraukan keluhan tanpa bukti atau komplain tunggal. Namun, waspadalah jika Anda tak dapat menemukan testimoni apa pun tentang broker itu saat Googling, atau Anda menemukan banyak sekali keluhan gagal withdrawal (sulit menarik dana).

broker forex teregulasi resmi

Mengapa Harus Trading Forex di Broker Teregulasi?

Bisnis forex merupakan aktivitas perdagangan yang sah dan legal di mata hukum. Pemerintah berbagai negara bahkan sudah menerbitkan perundangan dan mendirikan lembaga regulator pasar keuangan untuk mengawasinya. Semua itu dibuat demi menjaga keamanan dan kenyamanan trader. Namun, banyak trader forex pemula sering mengeluh, “mengapa harus trading forex di broker teregulasi?”

Broker forex teregulasi memang terkesan lebih ribet. Mulai dari formulir pendaftaran akun riil yang panjang, keharusan mengunggah salinan identitas diri dengan ketentuan ketat, hingga syarat harus mencoba trading demo dulu. Banyak pemula yang terlalu bernafsu untuk mulai trading, akan menganggap semua persyaratan itu terlalu kompleks atau mempersulit. Padahal, semua itu dimaksudkan untuk memperkuat pengamanan dana trader dan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Berikut ini berbagai alasan mengapa Anda harus trading forex di broker teregulasi resmi:

  1. Memastikan trader memahami wahana investasinya.

Bayangkan apa yang akan terjadi jika orang awam yang tidak mengetahui apa-apa tentang forex, langsung mulai trading dengan modal besar tanpa latihan akun demo. Dapat dipastikan ia akan langsung loss atau bahkan bangkrut karena kesalahan sepele, seperti tidak bisa membaca grafik kurs atau gagal mengoperasikan software trading.

Untuk menghindari terjadinya hal seperti itu, badan-badan regulator forex selalu berupaya memaksa broker agar tidak asal menjaring trader. Inilah sebabnya mengapa formulir pendaftaran broker teregulasi resmi akan selalu memuat pertanyaan seperti “apakah Anda sudah berpengalaman trading?”, “apakah Anda punya pengalaman investasi?” atau “apakah Anda pernah trading demo?”. Sebaliknya, broker yang tidak teregulasi resmi pasti akan mengabaikan faktor ini.

  1. Mengikuti peraturan hukum yang berlaku.

Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, eksistensi badan regulator forex itu selaras dengan undang-undang tentang pasar keuangan di setiap negara. Artinya, broker forex teregulasi resmi itu taat hukum. Di sisi lain, broker yang tak teregulasi itu melanggar hukum.

Tidak ada aturan yang melarang atau memidanakan trader yang bergabung dengan broker tak teregulasi. Anda bebas bergabung dengan broker mana pun tanpa konsekuensi hukum. Namun, apakah Anda bisa memercayai manajemen perusahaan broker yang sejak awal sudah melanggar hukum? Tentu tidak. Seandainya Anda bergabung dengan broker tak teregulasi, maka segala risikonya harus ditanggung sendiri.

  1. Menjamin landasan hukum ketika terjadi sengketa antara trader dan broker.

Mengingat bisnis forex termasuk hubungan kerja, maka sengketa antara trader dan broker forex itu selalu mungkin terjadi. Perselisihan bisa timbul karena masalah sepele dan mudah diselesaikan seperti kesulitan mengunggah dokumen verifikasi atau kebingungan dalam tata cara deposit dana. Dalam menyelesaikan masalah-masalah sepele itu, trader cukup berkomunikasi dengan Customer Service atau Live Chat via website broker.

Namun, bagaimana jika sengketa timbul karena masalah parah seperti gagal withdrawal (kesulitan menarik dana), eksekusi order yang selip terlalu jauh hingga mengakibatkan loss besar, atau isi saldo akun menyusut tanpa sebab? Dalam situasi-situasi seperti itu, trader bisa jadi harus mengontak pihak berwenang pula untuk menuntut broker agar memenuhi hak-haknya.

Nah, apabila Anda bergabung dengan broker yang memiliki ijin resmi, maka tuntutan Anda itu akan diproses oleh kepolisian dan pengadilan di negara di mana broker itu teregulasi. Pihak berwenang memiliki yurisdiksi untuk menindaklanjuti tuntutan Anda. Akan tetapi, apabila broker tidak teregulasi resmi, maka tak ada upaya apa pun yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan dana yang dibawa lari oknum broker tadi. Bagaimana bisa tuntutan itu ditindaklanjuti, jika pihak berwenang Indonesai saja tidak tahu pasti di mana yurisdiksi broker abal-abal tersebut!?

  1. Menghindari penipuan forex.

Setelah membaca beragam pembahasan di atas, tentu Anda memahami betapa pentingnya bergabung dengan broker yang teregulasi resmi. Ketika Anda bergabung dengan broker tak teregulasi, maka Anda menanggung lebih banyak risiko atau kemungkinan tertipu oleh kriminal tak bertanggung jawab.

Mengapa demikian? Karena semua yang Anda ketahui tentang broker tak teregulasi itu hanya sebatas apa yang dikemukakan oleh sang broker saja. Tak ada yang dapat mengonfirmasi apakah alamat kantor sang broker itu benar-benar tulen. Anda juga tak bisa menjamin kebenaran sistem yang dipergunakan broker, misalnya apakah “akun ECN” mereka benar-benar ECN tulen atau hanya akun Dealing Desk yang diberi nama “ECN”.

Berbeda halnya jika Anda bergabung dengan broker forex yang sudah memiliki ijin dari badan regulator resmi. Ketika sang broker forex mengajukan permohonan untuk mendapatkan ijin kepada badan regulator, maka mereka pasti sudah menjalankan pemeriksaan basic terhadap lokasi kantor, manajemen perusahaan, kondisi keuangan, hingga sistem operasional. Semakin bonafide sebuah badan regulator, maka pemeriksaan yang dijalankannya pasti makin ketat.

Bagi trader forex, ketatnya pemeriksaan dan pengawasan terhadap broker ini merupakan kabar baik. Pemeriksaan ketat menjamin eksistensi dan kondisi keuangan perusahaan, sehingga probabilitas broker bangkrut pun pasti berkurang. Selain itu, pihak manajemen perusahaan broker tentu akan berpikir dua-tiga kali untuk melakukan manipulasi ataupun menggondol uang klien-kliennya.

Bagaimana jika broker forex yang teregulasi resmi itu ternyata melakukan pelanggaran terhadap hak-hak klien? Nah, dalam hal ini, trader sebagai klien dapat mengajukan komplain kepada badan regulator. Selanjutnya, badan regulator akan menindaklanjuti dengan meninjau kasus tersebut.

Apabila broker terbukti bersalah, maka badan regulator akan menjatuhkan sanksi berupa peringatan, denda, atau bahkan pembatalan ijin. Apabila sengketa diduga terjadi karena kesalahpahaman saja, maka badan regulator mungkin akan mencoba menyelesaikan melalui mediasi. Apabila trader dan broker gagal damai secara kekeluargaan, maka klien bisa mem-follow-up-nya dengan meluncurkan tuntutan hukum perdata kepada sang broker forex.

Jelas sekali bukan, betapa banyak manfaat bergabung dengan broker forex teregulasi resmi!? Hal ini tak lantas berarti Anda tak boleh bergabung dengan broker tak teregulasi. Hanya saja, keamanan dan kenyamanan dalam trading bersama broker teregulasi itu jauh lebih terjamin.

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.