RBA Sinyalkan Rate Hike Lagi, AUD Menguat

Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Selasa hari ini, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mensinyalkan kenaikan suku bunga (rate hike). Kendati demikian, penguatan mata uang Australia tersebut terbatas akibat rendahnya harga komoditas.

AUD/USD sempat naik 0.3% ke $0.6968 setelah risalah rapat RBA dirilis pagi tadi. Di sesi perdagangan malam, Aussie masih tampak menguat terbatas di kisaran tersebut.

Gubernur RBA, Philip Lowe mengindikasikan pengetatan moneter yang cukup signifikan ke depannya. Menurutnya, suku bunga saat ini masih sangat rendah. Padahal, kenaikan inflasi sudah membutuhkan suku bunga yang tinggi. Namun demikian, kenaikan inflasi saat ini tidak didukung oleh kenaikan upah.

“Sejalan dengan upaya kami untuk mengembalikan inflasi ke posisi 2 – 3 persen, warga Australia harus bersiap untuk kenaikan suku bunga yang lebih tinggi,” tutur Lowe dalam pidatonya di American Chamber of Commerce hari ini. Ia menambahkan, pihaknya tak menampik apabila ada ekspektasi kenaikan inflasi hingga 4 persen pada bulan Desember. Meski demikian, Lowe tak mengekspektasikan kemungkinan resesi.

“Saya tak melihat adanya resesi dalam cakrawala ekonomi,” kata Lowe. “Setelah pemulihan kuat pasca pandemi, pertumbuhan belanja masyarakat saat ini sedang menguji kemampuan ekonomi untuk memenuhi permintaan barang dan jasa.”

Aussie Tertahan Harga Komoditas

Dalam risalah rapat pada bulan Juni ini, ketika bank sentral tersebut menaikkan suku bunga hingga 50 bp, jelas bahwa masalah inflasi menjadi sorotan utama. Akan tetapi, Dolar Australia tak bisa menguat lebih tinggi lagi karena terganjal harga komoditas yang rendah.

Harga bijih besi yang merupakan ekspor utama Negeri Kanguru terus merosot. Menurut analis CBA, apabila penurunan harga komoditas tersebut terus terjadi, maka nilai tukar Dolar Australia akan menjadi taruhannya. Dalam jangka pendek, Aussie bisa melemah seiring dengan pertumbuhan global yang seret dalam jangka panjang.

“Kami memperkirakan AUD/USD akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam dua belas bulan ke depan di kisaran 0.60-0.70,” kata analis tersebut dalam catatan yang dikutip oleh Reuters.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.