RBA Pertahankan Suku Bunga Meski Naikkan Outlook Ekonomi

Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level rendah 0.1 persen. Kebijakan tersebut diambil meskipun pengajuan KPR di Australia naik dan harga properti melonjak.

“Pasar perumahan sudah jauh menguat, dengan kenaikan harga terjadi di semua pasar mayor. Pertumbuhan kredit perumahan juga terangkat, dengan permintaan yang kuat datang dari pemilik sekaligus penghuni, khususnya pembeli rumah pertama,” kata Lowe.

“Mempertimbangkan kondisi kenaikan harga rumah dan suku bunga yang rendah, bank sentral akan mengawasi trend dalam pinjaman perumahan secara seksama. Penting bagi kami untuk mengelola standar peminjaman.”

Gubernur RBA Philip Lowe sebenarnya sudah sejak akhir tahun lalu mengindikasikan bahwa suku bunga 0.1 persen akan dipertahankan setidaknya selama tiga tahun ke depan. Kebijakan tersebut akan diberlakukan meskipun Outlook ekonomi dinilai meningkat.

RBA menilai Tingkat Pengangguran akan turun menjadi 4.5 persen di akhir tahun depan. Forecast tersebut jauh lebih rendah daripada sebelumnya, serta menekati estimasi Ketenagakerjaan Penuh (full employment).

RBA juga menyatakan baru akan memutuskan pada pertemuan Juli nanti, apakah akan membatalkan target obligasi tiga tahun dari target April 2024 menjadi November 2024. Bank sentral tersebut juga belum memutuskkan apakah akan memperluas program pembelian obligasi untuk ketiga kalinya atau tidak.

Namun demikian, para analis memperkirakan bahwa RBA mungkin saja akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada target mereka di 2022. Dengan syarat, kondisi-kondisi pendukung kenaikan suku bunga sudah mumpuni, sepeti ketenagakerjaan, upah, dan inflasi,

“Meskipun ekonomi sudah pulih lebih cepat daripada ekspektasi, RBA masih sangat jauh dari pernyataan kenaikan suku bunga. Mereka masih harus memenuhi pasar pekerjaan yang ketat, pertumbuhan upah yang jauh di atas 3 persen, dan inflasi aktual berkelanjutan dalam 2-3 persen kisaran target,” kata analis AMP Capital’s Shane Oliver.

Merespon kebijakan RBA Selasa siang ini, Dolar Australia melemah. AUD/USD turun 0.28 persen ke 0.77387. Secara umum, pasangan mata uang tersebut terkosolidasi pada level yang terbentuk sejak tanggal 15 April.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.