Poundsterling Unggul Terdukung Prospek Rate Hike BoE

Sterling menguat di sesi perdagangan Selasa malam, versus Dolar AS dan Euro. Ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga lagi setelah Desember lalu, menjadi penyokong utama mata uang Inggris tersebut untuk menguat.

GBP/USD diperdagangkan di 1.3618, naik 0.30% saat berita ini ditulis. Pair yang disebut dengan Cable tersebut bahkan sempat menyentuh $1.3620 yang merupakan level tertinggi sejak tanggal 4 November. Sedangkan EUR/GBP diperdagangkan di 0.8342, level rendah sejak tanggal 04 Januari.

Pada bulan November, pasar dikejutkan dengan keputusan BoE untuk mempertahankan suku bunga setelah memberikan sinyal hawkish yang sangat kuat. Pada bulan Desember, barulah suku bunga BoE dinaikkan padahal saat itu, pasar telah mulai memberikan penilaian dovish. Dalam beberapa pekan terakhir, para investor kembali mengekspektasikan BoE untuk menaikkan suku bunga bulan depan.

GBP/USD Masih Punya Celah Untuk Menguat

You-Na Park-Heger, analis forex dari Commerzbank mengatakan bahwa prospek kenaikan suku bunga BoE merupakan pendukung Sterling. Namun, ia menambahkan bahwa sebagian besar kemungkinan terhadap Sterling sudah diantisipasi. Oleh karena itu, bukan tak mungkin reli Sterling akan melambat.

Pelemahan Dolar AS juga menjadi dukungan bagi penguatan Sterling. Malam ini, Dolar AS sedang ambil ancang-ancang memperhatikan testimoni Powell. Jane Foley, analis dari Rabobank London mengatakan bahwa Indeks Dolar AS hari ini masih jauh di bawah level tinggi 16-bulan yang tercapai pada bulan November. Padahal, The Fed sudah diekspektasikan akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada ekspektasi.

“Pasar telah menahan posisi Long USD dan ini mempersulit Greenback untuk bereaksi atas spekulasi yang berlangsung tentang pengetatan kebijakan moneter The Fed. Hal ini memungkinkan Cable untuk bebas melejit lebih tinggi lagi dalam beberapa pekan ke depan,” kata Foley, terkesan bertentangan dengan analisis Park-Heger.

Sementara itu, analisis Barclays hampir senada dengan Folley. Lembaga finansial tersebut memperkirakan bahwa kenaikan Dolar AS dari hawkish-nya The Fed, akan terbatas. Pasalnya, pasar sudah melakukan penyesuaian harga akan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat. Oleh karena itu, Pound punya peluang menguat ke 1.37 per dolar AS pada akhir semester dua tahun 2022.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.