Poundsterling Anjlok Tertekan Situasi Politik Inggris Dan Brexit

Poundsterling anjlok terhadap Euro dan Dolar AS, di sesi perdagangan Senin malam ini. Para investor mengalihkan fokus mereka dari negosiasi Brexit, ke bagaimana pemerintah Inggris akan membiayai rencana besar mereka tentang program infrastruktur. Kendati demikian, ketidakpastian Brexit sendiri masih mempengaruhi Poundsterling.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa ia berencana menggandakan investasi publik, menyusul pernyataan Mendagri Inggris Priti Patel. Patel mengatakan bahwa pemerintah Inggris akan mulai menggodok rencana peningkatan anggaran belanja infrastuktrur.

Poundsterling pun melemah merespon rencana tersebut. GBP/USD diperdagangkan di 1.2281, turun 0.45 persen saat berita ini ditulis. Sedangkan EUR/GBP melejit 0.59 persen ke 0.9145.

eu

“Kondisi Poundsterling di awal sesi perdagangan, khususnya di sesi Asia, tampak mendapatkan sedikit dorongan naik. Pasar berasumsi bahwa peningkatan anggaran infrastruktur, berpotensi mendukung pertumbuhan. Namun di sesi Eropa, pasar mulai memikirkan darimana Inggris akan mendapatkan dana untuk rencana tersebut,” kata Jane Foley, analis dari Rabobank.

“Dan kita sendiri telah mengetahui bahwa Inggris adalah negara yang mengalami defisit dalam neraca perdagangannya,” tambah Foley.

 

Inggris Akan Menjadi Seperti Australia?

Di samping itu, keraguan akan tercapainya kesepakatan dagang dengan Uni Eropa, turut menambah tekanan pada mata uang Inggris. Sejak resmi bercerai dari Uni Eropa pada 31 Januari lalu, perkembangan negosiasi perdagangan belum menunjukkan progres berarti.

“Besarnya skeptisme terhadap pemerintahan Johnson dalam menyepakati perjanjian dagang dengan UE, yakni apakah mereka harus menyerah pada kebijakan World Trade Organization (WTO) saja, sesuai dengan isi kesepakatan pada Januari lalu atau tidak menyerah,” kata Foley.

Johnson, yang teguh di garis keras dalam hubungan masa depan perdagangan dengan Uni Eropa, Sabtu lalu mengindikasikan bahwa Inggris segera siap untuk menghentikan masa transisi dengan Uni Eropa, “yang terancam akan bernasib seperti Australia”, apabila kesepakatan telah tercapai.

Australia, yang merupakan negara persemakmuran Inggris, tak memiliki kesepakatan perdagangan komprehensif dengan Uni Eropa. Sebagian besar perdagangan Australia dan Uni Eropa mengikuti aturan baku dari WTO, meskipun ada kesepakatan khusus untuk barang-barang tertentu.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.