Pound Tergelincir, Tersandung Masalah Pasca Brexit Soal Irlandia Utara

Sempat menguat di sesi Eropa sore tadi, Poundsterling akhirnya tergelincir terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Rabu malam ini. Isu pasca Brexit tentang peraturan dagang untuk kawasan perbatasan Irlandia Utara, kembali membebani mata uang Inggris. Selain itu, pasar sedang wait-and-see, menunggu laporan data inflasi AS dan hasil rapat ECB besok.

Hari ini Menteri Brexit Inggris David Frost rapat dengan Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic di London. Mereka akan kembali mencoba menyelesaikan perselisihan tentang aturan perdagangan di Irlandia Utara. Brussels menuduh London melanggar perjanjian, dengan tidak menerapkan pemeriksaan pada barang yang berpindah dari Inggris ke provinsi Irlandia Utara. Uni Eropa pun memulai melancarkan tindakan hukum atas perpanjangan sepihak pemerintah Inggris dari masa tenggang.

Sejauh ini, pembicaraan berbulan-bulan antara Inggris dan Uni Eropa, tidak banyak membantu memecahkan kebuntuan. Kemarin, pihak Inggris mengatakan akan segera memberi tahu Uni Eropa bahwa untuk menemukan solusi semakin mepet.

Biden Dilibatkan Dalam Pembicaraan Brexit?

Terlepas dari itu, Presiden AS Joe Biden hari ini dijadwalkan bertolak ke Inggris untuk berpartisipasi dalam KTT G7. Biden akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Kamis.

Ahli strategi senior FX Rabobank Jane Foley menuliskan, meskipun sejauh ini sebagian besar pelaku pasar mengabaikan ketegangan perdagangan pasca-Brexit antara Inggris dan Uni Eropa sejauh ini, namun keterlibatan Biden perlu diperhatikan. Inggris merupakan sekutu Amerika Serikat. Keterlibatan AS berpotensi meningkatkan kesadaran publik bahwa kesulitan yang dialami Inggris tidak hanya soal protokol, tetapi juga soal negosiasi perdagangan lainnya pasca Brexit.

Mengingat optimisme tentang prospek ekonomi zona euro dan kemungkinan hambatan yang dihadapi Inggris, Pound harus berjuang untuk naik lebih tinggi lagi terhadap euro dalam beberapa minggu mendatang, kata Foley lagi. Pengukur volatilitas mensinyalir bahwa Sterling-Dolar dengan jatuh tempo satu bulan berada di level terendah sejak Februari 2020. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak bersiap untuk aksi harga yang signifikan.

“Poin-poin data terbatas hari ini, dan pasar yang sepenuhnya fokus pada ECB dan CPI AS besok menunjukkan price action yang lemah di EUR/GBP dan GBP/USD hari ini,” tulis ahli strategi ING.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.