Pound Melonjak Terdongkrak Dolar AS

Sterling menguat berkat pelemahan Dolar AS. Di sesi perdagangan Kamis malam ini, GBP/USD terpantau melonjak setelah data ekonomi AS menunjukkan penurunan Klaim Pengangguran AS di tengah penantian pasar terhadap data NFP AS besok. GBP/USD naik 0.4 persen ke 1.3825 saat berita ini diturunkan.

Dalam satu pekan ini, Pound masih berada di bawah pengaruh pergerakan mata uang lain. Pasalnya, data ekonomi Inggris berdampak tinggi sedang minim, begitupula dengan komentar-komentar dari para pejabat Bank of England.

Klaim Pengangguran mingguan AS untuk pekan lalu tercatat turun hingga level terendah 24 tahun. Artinya, sektor ketenagakerjaan AS terus menunjukkan pemulihan. Namun demikian, Dolar AS tetap melemah. Para investor lebih memilih untuk menunggu data NFP AS besok. Data ketenagakerjaan NFP dianggap akan lebih mempengaruhi The Fed dalam mempertimbangkan kebijakan tapering.

Jeremy Stretch, analis dari CIBC mengatakan bahwa minat risiko menjadi faktor yang mendukung penguatan Poundsterling. “Jika kita mendapatkan data NFP yang lemah, maka kemungkinan Cable akan menambah sedikit penguatan lagi karena asumsi kita masih kuat. Namun, jika data NFP AS hanya sedikit di atas ekspektasi, maka pengauatn Sterling versus Dolar AS tak akan terkejar lagi.” kata Stretch.

Pound Lebih Kuat Versus Euro

Awal tahun ini, Sterling menjadi mata uang berkinerja terbaik karena vaksinasi COVID-19 di Inggris terbilang paling agresif dibandingkan negara maju lainnya. Namun, begitu vaksinasi di negara lain sudah menyebar dan perdagangan pasar global beranjak pulih, Sterling tak lagi menjadi primadona.

Euro pun sempat lebih kuat dibandingkan Pound, yakni sekitar 1.4 lebih unggul di awal Agustus. Akan tetapi, menurut Stretch gerak Pound versus Euro lebih baik daripada Pound versus Dolar AS. Hal itu karena sikap dovish yang ditunjukkan oleh ECB.

“Sinyal dovish yang secara gamblang dari ECB akan… mengambil peran terhadap asumsi bahwa Bank sentral Inggris akan bergerak ke arah yang berlawanan tahun depan dibandingkan dengan ECB,” kata Stretch.

“Saya rasa perbedaan suku bunga, didorong dan didukung oleh fundamental makro yang masih relatif mendukung di Inggris, akan mendorong EUR/GBP untuk diperdagangkan lebih rendah.”

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.