Pound Melejit Menyusul Lonjakan Inflasi Inggris

Sterling menguat terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Rabu (13/April) malam, mengakhiri penurunan yang terbentuk dalam satu pekan terakhir. Inflasi Konsumen (CPI) Inggris dilaporkan naik ke level tertinggi dalam tiga dekade, sehingga pengetatan kebijakan moneter BoE kembali dipertanyakan.

GBP/USD naik 0.68% ke $1.3090 saat berita ini ditulis, setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2020. Terhadap Euro, Pound juga menguat sekitar 0.12% ke 83.19 pence.

Kebimbangan pasar tentang seberapa agresif Bank of England akan mengetatkan kebijakan moneter kembali meningkat. Pasalnya, IHK Inggris melonjak 7.0% di bulan Maret dalam basis tahunan. Angka tersebut tertinggi sejak Maret 1992 dan naik dari 6.2% di Februari.

Untuk mengatasi lonjakan inflasi tersebut, para pelaku pasar memperkirakan suku bunga Bank of England akan naik 25 basis poin pada bulan Mei. Namun, hari ini mereka menurunkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga dari 144 bps menjadi 137 bps pada bulan Desember. Banyak ahli strategi memperkirakan bahwa BoE menjadi kurang agresif. Hal itu karena perkiraan pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan melambat tajam tahun ini karena tekanan biaya hidup meningkat.

“Menurut kami, BoE akan mengupayakan tercapainya keseimbangan, serta menaikkan suku bunga pada rapat berikutnya, demi mendapatkan pijakan kebijakan yang lebih netral. Bank sentral tersebut akan melakukannya sambil mengawasi dengan cermat bagaimana konsumen bertahan,” kata Ambrose Crofton, Ahli Strategi Pasar Global di JP Morgan Manajemen aset

Walaupun para trader masih belum jelas menaksir seberapa agresif pengetatan moneter BoE tahun ini, tetapi mereka meningkatkan taruhan pada bank sentral AS yang mana akan mempercepat kenaikan suku bunganya.

“Pound telah tergelincir di bawah $1.30 terhadap dolar AS. Mata uang tersebut bisa jatuh lebih jauh ke $1.25 jika kita melihat tindakan agresif lebih lanjut oleh Federal Reserve,” kata Michael Hewson, Kepala Analis Pasar di CMC Markets UK.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.