Pound Jatuh Digelayuti Risiko Wabah Babak Dua Dan Brexit

Poundsterling melemah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Rabu malam ini. Kekhawatiran akan terjadinya penyebaran virus Corona gelombang kedua, dan kabar mengenai peninjauan kembali tarif impor Amerika Serikat terhadap barang ekspor Eropa, mengikis sentimen risiko. Alhasil, Dolar AS menguat dan Poundsterling melemah.

Dolar AS menguat setelah AS dikabarkan akan kembali mempertimbangkan tarif impor senilai $3.1 miliar terhadap barang-barang dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Menurut Jane Foley, pakar forex dari Rabobank, ada sedikit aksi penghindaran risiko yang merebak. Buktinya adalah melemahnya pasar saham hari ini. Foley mengatakan, pasar perlu mengawasi perkembangan isu infeksi baru virus Corona di AS dan negara-negara lain.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah resmi menghapus kebijakan pembatasan sosial di Inggris. Akan tetapi, jajaran paramedis Inggris, melalui surat terbuka yang dimuat di British Medical Journal, memperingatkan akan adanya risiko pandemi gelombang kedua.

Ganjalan Brexit Belum Usai, Pound Tak Pasti

Terlepas dari pandemi, Inggris juga masih menghadapi ketidakpastian hubungan dengan Uni Eropa pasca Brexit. Poundsterling semakin tertekan ketika Ketua Negosiator Inggris mengatakan bahwa kesepakatan mungkin tercapai. Namun, Inggris harus memberikan sinyal yang jelas bahwa mereka siap untuk melaksanakan salah satu poinnya.

Empat tahun setelah Inggris memilih untuk bercerai dari Uni Eropa, Poundsterling secara umum masih berada jauh di bawah level sebelum referendum. Bulan Juni ini, Inggris dan Uni Eropa akan kembali menghadapi deadline untuk menyepakati regulasi jasa finansial.

pound-brexit

Foley mengatakan, jika kesepakatan tercapai, maka Sterling akan reli. Namun jika gagal, maka EUR/GBP aakan menguat ke level 91 dalam bulan-bulan musim panas ini. Sedangkan menurut analisis dari Bank of America, Poundsterling saat ini lebih mirip dengan mata uang negara berkembang daripada mata uang negara maju, dikarenakan Inggris akan menjadi negara dengan situasi ekonomi yang berbeda, pasca Brexit nantinya.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.