Para Trader Cerna Isi FOMC Minutes, Dolar Tergelincir

Dolar AS tergelincir dari level tingginya, seiring dengan pemahaman kembali para trader terhadap sinyal hawkish The Fed. Notulen The Fed kemarin tak menimbulkan pertanyaan baru mengenai ekspektasi akan kelanjutan pengetatan moneter The Fed.

Indeks Dolar diperdagangkan di 99.6 saat berita ini ditulis pada Kamis malam. Sebelumnya indeks Dolar sempat menyentuh level tertinggi 2 tahun di 99.8.

Rilis notulen rapat FOMC pada dini hari tadi membahas tentang rincian rencana pemangkasan aset dan perampingan aset sebesar $95 per bulan yang terbentuk akibat pandemi.

Di samping itu, banyak peserta rapat yang menyatakan siap untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Isi notulen FOMC tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Dolar AS pun menanggapinya dengan kalem.

Komentar Pejabat The Fed Tak Beri Pandangan Baru

Gubernur The Fed dan Wakil ketua Lael Brainard mengatakan bahwa Bank sentral AS akan melanjutkan pengetatan moneter secara periodik melalui serangkaian kenaikan suku bunga dan mulai mengurangi neraca dalam laju yang cepat, per rapat bulan Mei mendatang.

Pejabat The Fed lainnya, James Bullard, juga menyampaikan pidato malam ini. Namun, pidato Bullard juga tak memberikan dampak tinggi pada pergerakan Dolar AS. Ia hanya memberikan penilaian mengenai inflasi yang tak memuat pesan baru di dalamnya.

“Inflasi AS sangat tinggi, sebanding dengan yang terjadi pada 1974 dan 1983, ketika para gubernur bank sentral AS kehilangan kendali atas laju kenaikan inflasi. Pada akhirnya harus menggunakan suku bunga yang sangat restriktif untuk menginduksi resesi,” kata Bullard.

Para analis menilai bahwa The Fed sudah mengutarakan rencana mereka dengan cukup jelas. Oleh karena itu, pasar dapat merencanakan perdagangan sesuai dengan hal itu. Juan Perez, analis Monex di Washington mengamati bahwa selama empat kali pengetatan moneter sebelumnya, Dolar sempat terdepresiasi sebanyak 4.0%. Namun saat ini, Dolar masih menduduki level tinggi sembilan bulan dengan kenaikan 7%.

“Mungkin sejarah akan kembali terulang. Dengan inflasi global juga meningkat, bank sentral lain juga akan berspekulasi untuk mengencangkan ikat pinggang sehingga akan meningkatkan nilai mata uang lain terhadap dolar AS,” tambah Perez.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.