Dolar AS Melorot Dilanda Profit-Taking

Dolar AS tergelincir ke level rendah dua pekan terhadap mata uang-mata uang mayor. Hal itu karena para trader yang sedang profit-taking dari penguatan Dolar pada bulan Maret lalu, serta penurunan yield obligasi US Treasury.

Indeks Dolar AS (DXY)–yang mengukur penguatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang lain–turun 0.26% ke 92.3 saat berita ini ditulis. Level ini adalah yang terendah sejak tanggal 24 Maret. Terhadap Yen Jepang, Dolar AS tergelincir 0.28% ke 109.87, level terendah dalam satu pekan.

Sejak awal tahun 2021, Dolar AS naik bersama dengan yield obligasi US Treasury. Para investor bertaruh bahwa ekonomi Amerika akan pulih lebih cepat dari pandemi, dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Hal itu karena stimulus masif dan rollout vaksin secara agresif, turut menjadi penunjang utama pemulihan ekonomi AS. Bulan Maret kemarin menjadi puncak penguatan Dolar sejak tahun 2016, dimana kenaikan mencapai 2.5%.

“Saya rasa kita sedang dilanda suatu aksi ambil untung (profit taking) untuk memulai kuartal baru,” kata John Doyle, analis dari Tempus Inc. “Yield US Treasury telah memainkan peran dalam mendorong Dolar menemukan pijakannya. Penurunan yield hari ini juga akan menambah bahan bakar bagi kenaikan ekuitas. Pada akhirnya, akan mengurangi permintaan terhadap Greenback pula.”

Yield US Treasury anjlok di sesi perdagangan Selasa malam ini. Sebaliknya, saham-saham AS justru mulai menemukan level-level tinggi baru. Hal inilah, yang untuk saat ini, menghilangkan permintaan Dolar AS sebagai safe haven.

Outlook Pemulihan Ekonomi Makin Meyakinkan

Minat risiko terdukung oleh optimisme pemulihan ekonomi global. Hari ini, IMF kembali menaikkan Outlook pertumbuhan ekonomi global dengan memperkirakan bahwa Output di seluruh dunia akan naik 6% tahun ini. Hal ini merefleksikan cepatnya pemulihan ekonomi AS.

Penilaian optimistis tersebut menyusul data Non Farm Payroll AS pekan lalu, yang mana penambahannya mencapai 916,000 pekerjaan di bulan Maret, NFP tertinggi sejak Agustus 2020, serta mematahkan ekspektasi kenaikan yang hanya 647,000 pekerjaan. Tingkat Pengangguran AS pun turun menjadi 6.0%, dari 6.2% sebelumnnya.

“Dolar AS akan menemukan kelanjutan support dari ekspektasi bahwa ekonomi terbesar di dunia sedang berada di babak awal ledakan ekonomi yang dipicu oleh vaksin dan stimulus,” kata Joe Manimbo, ekonom dari Westen Union.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.