Mengenal Palladium, Logam Langka Pesaing Emas

Palladium menjadi salah satu logam yang populer di kalangan para pelaku pasar begitu perang Rusia-Ukraina berkobar sejak Februari 2022. Harganya pun sempat meroket, tak kalah dengan emas. Namun, banyak yang belum mengenal palladium sebagai logam istimewa.

Palladium adalah jenis logam langka berwarna perak yang berkilau, yang digunakan sebagai bahan baku untuk sejumlah produksi pabrik. Banyak orang yang mengenal palladium sebagai material pembuatan alat-alat elektronik dan produk industri otomotif. Namun, di Indonesia logam ini kerap digunakan sebagai bahan perhiasan dan komponen penting untuk memproduksi alat-alat medis.

Dalam tabel periodik kimia, palladium masuk dalam elemen logam platinum yang sejajar dengan platinum, rhodium, ruthenium, iridium, and osmium. Menariknya, palladium juga dikenal sebagai logam yang 30 kali lebih langka ketimbang emas. Ini pula yang menambah keistimewaan logam ini.

Sebagai komoditas, kelangkaan palladium menjadi perhatian para investor karena tak mudah untuk mencari penggantinya. Contohnya, palladium adalah bahan dasar pembuatan knalpot bagi kendaraan-kendaraan hibrida. Sulit untuk mencari logam lain sebagai bahan pembuat knalpot dengan kualitas yang setara dengan palladium. Hal itu karena knalpot berbahan palladium diketahui dapat mengurangi efek gas beracun yang diporduksi oleh kendaraan-kendaraan bermotor.

Meletusnya perang Rusia-Ukraina membuat publik semakin mengenal palladium dan harganya pun meroket, karena Rusia adalah salah satu produsen terbesar logam langka ini. Tambang palladium selain di Rusia, juga terdapat di Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Kanada.

Di tahun 2020, manusia menambang lebih dari 210 metrik ton palladium. Rusia memproduksi 91 metrik ton; Afrika Selatan 70 metrik ton; dan Kanada 20 metrik ton. Negara produsen palladium lainnya berkontribusi tak lebih dari 15 metrik ton palladium.

Mengapa Harga Palladium Sangat Mahal

Harga palladium mahal karena kelangkaannya yang berbanding terbalik dengan banyaknya permintaan. Di samping itu, kesadaran akan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon semakin hari makin meningkat. Para pemerhati lingkungan hidup mengenal palladium sebagai logam yang “lebih ramah lingkungan”.

Konflik negara-negara Uni Eropa dengan Rusia juga, berpotensi gangguan bagi suplai palladium ke Eropa ataupun negara-negara sekutu. Hal inilah yang membuat harga palladium meroket tahun 2022 ini.

Manufaktur kendaraan-kendaraan bermotor mengenal palladium sebagai logam bahan baku berkualitas tinggi karena sifatnya yang lebih keras dan lebih awet daripada emas. Palladium murni sebetulnya juga lunak. Akan tetapi, ia akan mengeras dengan sendirinya dalam suhu ruang. Sedangkan emas harus dilebur terlebih dahulu dengan logam campuran agar lebih keras.

Sejak masuk sebagai komoditas di pasar pada tahun 1985, harga palladium terus meroket. Di penghujung tahun 2019, harga palladium rata-rata diperdagangkan di kisaran $1,900 per ounce. Harga tertinggi palladium tercapai pada bulan April 2021 di posisi $2900 per ounce. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga emas tertinggi sepanjang masa yang tak lebih dari $2060 per ounce.

Sementara di tahun 2022, khususnya setelah agresi Rusia ke Ukraina di akhir Februari, harga palladium terdongkrak ke $2459.3 per ounce. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga emas. Namun demikian, beberapa bulan setelahnya, harga palladium merosot dan diperdagangkan di kisaran $1800 walaupun perang belum usai.

Bagaimana Berinvestasi Palladium

Para investor mengenal palladium sebagai salah satu instrumen investasi yang bisa diperdagangkan dengan berbagai cara. Salah satu yang termudah adalah dengan berinvestasi secara fokus ke palladium di exchange-traded funds (ETFs). Di sana, harga palladium bullion (batangan) terekam setiap harinya, di antaranya adalah palladium Sprott Physical Platinum and Palladium Trust (SPPP) atau the Aberdeen Physical Palladium Shares (PALL).

Meski demikian, palladium juga dapat diinvestasikan dengan cara yang lebih tradisional, yakni dengan membeli saham-saham perusahaan produsen palladium atau yang melibatkan palladium dalam prosesnya seperti perusahaan pertambangan. Pebisnis mengenal palladium sebagai aset yang kemungkinan akan lebih sulit untuk difokuskan, karena perusahaan yang murni hanya menambang palladium saja, sangatlah jarang ditemui. Kebanyakan perusahaan tambang akan menambang lebih dari satu jenis logam sehingga investor akan terdistraksi ke logam lain selain palladium.

Berikutnya adalah berinvestasi dengan trading CFD palladium. CFD memungkinkan trader untuk berspekulasi harga palladium tanpa memiliki asetnya. Beberapa broker resmi menyediakan instrumen CFD palladium.

Perlu diingat bahwa berinvestasi atau bertrading instrumen apapun mengandung risiko. Bertrading palladium memiliki risiko di antaranya:

  1. Permintaan berkurang saat resesi global. Dua negara ekonomi raksasa dunia, China dan AS, kemungkinan akan terpukul saat resesi global. Hal ini dapat menurunkan permintaan terhadap palladium.
  2. Ditemukannya logam pengganti yang lebih murah. Ilmu pengetahuan eksplorasi hasil bumi akan terus berkembang mengikuti teknologi. Bukan tak mungkin di masa depan nanti akan ditemukan logam subtitusi pengganti palladium yang lebih murah.
  3. Kisruh politik dan ekonomi global. Hal ini secara tak langsung dapat mempengaruhi ketersediaan atau suplai palladium. Perang Rusia-Ukraina telah menjadi contoh nyata yang mmpengaruhi harga komoditas, termasuk palladium.

Proyeksi Harga Palladium Menurut Pengamat

Secara umum, para ahli komoditas yang mengamati pergerakan harga palladium memiliki pandangan beragam akan outlook logam langka ini ke depan. Tiga trend spesifik yang akan menaikkan harga palladium antara lain:

  • Permintaan dari China
  • Permintaan Investasi
  • Biaya Energi

Analis yang optimistis terhadap perkembangan palladium adalah George Gero dari RBC Wealth Management New York. Menurutnya, permintaan palladium akan setara dengan permintaan kendaraan bermotor. Akan ada lebih banyak permintaan palladium, karena logam ini tidak bisa diperoleh kembali dengan mudah atau dengan mempreteli mobil bekas seperti platinum.

Sedangkan pakar komoditas dari Julius Baer, Carsten Menke, memperingatkan bahwa saham-saham otomotif Eropa sedang tak bagus. Harga bensin yang melambung boleh jadi akan menurunkan permintaan kendaraan. Mobil-mobil buatan China mungkin masih akan mendukung demand palladium. Namun, pengawasannya akan lebih ketat karena insentif pajak sudah dihapus.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.