Kenaikan Inflasi Bikin Konsumen AS Pesimis, Dolar Selip

Dolar AS sedikit tergelincir di akhir pekan (13/November) karena kenaikan inflasi yang signfikan merusak sentimen Kepercayaan Konsumen AS. Meski demikian, dalam sepekan ini mata uang tersebut telah membukukan perolehan mingguan terbaik sejak tiga bulan terakhir.

Data Sentimen Konsumen (Consumer Sentiment) AS yang dirilis oleh University of Michigan (UoM) kemarin menjeda bullish Dolar. Indeks Kepercayaan Konsumen AS tersebut turun dari 71.7 ke 66.8. Penurunan tersebut juga lebih rendah daripada ekspektasi 72.5.

Angka terbaru ini adalah yang terendah dalam satu dekade. Masyarakat di AS merasa kesulitan karena inflasi yang tinggi memangkas standar hidup mereka. Selain itu, hanya sedikit yang merasa yakin bahwa para pembuat kebijakan sudah melakukan mitigasi yang sesuai dalam menghadapi masalah inflasi ini.

Dengan kenaikan yield obligasi US Treasury bertenor pendek, yakni yield 5-tahunan yang naik ke level tertinggi sejak Februari 2020, para investor semakin menguatkan pertaruhan mereka bahwa The Fed sudah harus menaikkan suku bunga lebih cepat daripada ekspektasi.

Terhadap enam mata uang mayor lainnya, Indeks Dolar ditutup turun 0.03% ke 95.1. Sebelumnya Dolar sempat menyentuh 94.9 beberapa saat pasca rilis data sentimen konsumen. Di sesi perdagangan sebelumnya, Indeks Dolar sempat melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2020.

“Para konsumen jelas tampak semakin khawatir dengan pertumbuhan pemasukan riil, dimana inflasi lebih tinggi daripada upah mereka saat ini. Inilah yang membebani sentimen konsumen,” kata Erik Nelson, analis dari Wells Fargo.

“Hal itu memicu kekhawatiran akan pertumbuhan Dolar AS dan mendorongnya turun terhadap mata uang-mata uang mayor, khususnya Yen Jepang karena kemerosotan yield-yield obligasi di sini.”

Rabu lalu, pasar forex dihebohkan oleh data Inflasi Konsumen AS yang menunjukkan kenaikan berbasis luas dalam harga konsumen AS bulan lalu pada laju tahunan tercepat sejak 1990. Hal itu menimbulkan keraguan pada sikap The Fed yang menyebutkan bahwa dorongan inflasi hanya akan bersifat sementara.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.