Janet Yellen Singgung Pentingnya Kenaikan Suku Bunga AS

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan guna mempertahankan perekonomian dari overheating. Hal itu karena mengingat bahwa saat ini pemerintahan Joe Biden sedang gencar mengusulkan investasi-investasi besar untuk membangun kembali infrastruktur negara dan memperkuat sektor ketenagakerjaan.

“Mungkin suku bunga memang perlu dinaikkan sedikit untuk memastikan bahwa ekonomi tidak overheat,” kata Yellen dalam acara seminar ekonomi yang dihelat oleh The Atlantic, Selasa malam. “Walaupun pengeluaran tambahan relatif kecil jika dibandingkan dengan ukuran perekonomian, tetapi itu dapat menyebabkan suatu kenaikan suku bunga dalam tingkat yang sangat kecil.”

Yellen Akui Biden Ambisius, Namun Hal Itu Memang Dibutuhkan AS

Sejak pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, Kongres telah mengalokasikan dana sekitar $5.3 triliun untuk keperluan stimulus. Hal itu mengakibatkan defisit anggaran lebih dari $3 triliun pada tahun fiskal 2020, dan kekurangan $1.7 triliun pada paruh pertama tahun fiskal 2021.

Akan tetapi, defisit tersebut tak menyurutkan ambisi Biden untuk kembali mengajukan proposal proyek yang membutuhkan dana besar. Pemerintahan Biden kembali merancang rencana infrastruktur yang diperkirakan akan menelan biaya $4 triliun lagi meskipun ditujukan untuk beragam proyek dalam jangka panjang.

Menanggapi rencana investasi yang sedang dikejar pemerintah tersebut, Yellen mengatakan bahwa hal itu memang dibutuhkan oleh ekonomi AS. Tujuannya agar memiliki daya saing dan menjadi lebih produktif. Selain itu, investasi juga dapat memperbesar peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

Kendati Yellen mengatakan bahwa AS perlu fokus pada tanggung jawab fiskal dalam jangka panjang, tetapi ia juga tak menyalahkan pemerintah karena menurutnya, pengeluaran untuk hal-hal yang penting bagi misi pemerintahan memang sudah diabaikan terlalu lama.

“Presiden Joe Biden mengambil pendekatan yang sangat ambisius, yang benar-benar memoles ketidak memadaian investasi selama lebih dari satu dekade dalam berbagai bidang seperti infrastuktur, R&D, masyarakat, komunitas dan UMKM, dan ini merupakan pendekatan yang aktif,” kata Yellen. “Namun, kita memang sudah terlalu lama membiarkan masalah jangka panjang menjadi duri dalam daging dalam ekonomi kita.” komentar Yellen.

Pernyataan Yellen soal kenaikan suku bunga sempat menguatkan Dolar AS. Namun saat berita ini ditulis, Indeks Dolar telah menurun 0.36% ke 90.97.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.