Inflasi AS Turun, Dolar Melorot

Dolar AS anjlok setelah data inflasi AS tak sesuai ekspektasi. Inflasi Konsumen (CPI) AS dalam basis tahunan hanya tumbuh 5.0% pada bulan Maret, lebih kecil daripada sebelumnya di 6.0% dan konsensus 5.1%. Meski demikian, data Core CPI, yang tidak memperhitungkan harga bahan bakar dan makanan, sesuai dengan ekspektasi 2.0%. Data tersebut memicu spekulasi bahwa The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga pada bulan Mei.

“Inflasi utama turun lebih rendah daripada ekspektasi, mendukung pandangan Fed bahwa The Fed (hanya akan menaikkan suku bunga) satu kali lagi dan selesai,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di Washington, D.C.

“Pasar benar-benar berhati-hati menjelang rilis data. Antisipasi mereka seolah-olah data inflasi akan lebih panas dari yang diperkirakan, sehingga bisa jadi pada Juni nanti mungkin akan digelar rapat secara langsung. Namun, saya pikir dengan inflasi yang turun drastis dari 6% menjadi 5%, jika yang berkelanjutan, maka dapat memberikan kelonggaran bagi Fed untuk memangkas suku bunga akhir tahun ini jika kita melihat perlambatan ekonomi yang tajam,” tambah Manimbo.

Dolar AS Awasi Suku Bunga The Fed

Saat berita ini ditulis pada Rabu malam, Indeks dolar menduduki level 101,68, turun 0,41% dari harga pembukaan dan di bawah level sekitar 102,11 sebelum data. Euro sempat mencapai $1,09900, tertinggi sejak 2 Februari, dan terakhir di $1,0967, naik 0,48% pada hari itu. Dolar AS merosot ke 133,04 yen Jepang, dari sekitar 133,85 sebelum data.

Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan probabilitas 69% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dengan tambahan 25 basis poin pada pertemuan 2-3 Mei, turun dari sekitar 76% sebelum data inflasi AS dirilis. Berikutnya, pasar akan fokus pada retail sales AS.

Kenaikan suku bunga AS menjadi pertimbangan para investor, sebab krisis perbankan AS kolaps akibat suju bunga yang terlalu tinggi. Ketua The Fed Jerome Powell, mengatakan bahwa bank sentral akan memantau dengan cermat dampak keruntuhan SVB. Namun, pihaknya juga tetap bersikeras untuk menurunkan inflasi ke target sasaran 2%.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2024. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.