Harga Emas Naik Dekati Hari-H Pemilu AS, Awas Volatilitas Tinggi

Harga emas futures naik di sesi perdagangan Senin malam ini. Para investor menunjukkan sedikit keyakinan bahwa peningkatan kasus infeksi virus Corona di seluruh dunia, akan membuat wilayah Eropa yang Lockdown semakin banyak. Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan Outlook pemulihan ekonomi AS menjelang pemilu. Harga emas futures di Comex New York untuk pengiriman Desember, naik 0.5 persen ke $1,889.60.

“Pengumuman kebijakan Lockdown baru di Eropa dan sejumlah wilayah di dunia, tidak memberikan dampak yang signfikan pada harga emas sejauh ini. Artinya, para investor mungkin merasa bahwa dampak virus Corona sesuai dengan ekspektasi. … Namun secara umum, mereka sedang dalam kondisi wait-and-see menjelang pilpres AS.” kata analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa.

Polling akhir Wall Street Journal/NBC News yang dipublikasikan pada hari Minggu kemarin, menunjukkan bahwa Joe Biden dari partai Demokrat memimpin 10 poin terhadap Donald Trump, dengan hasil 52%:42%. Keunggulan Biden tak berubah sejal pertengahan Oktober. Sayangnya, survei tersebut memiliki kelemahan, yakni tidak menggambarkan hasil Electoral College. Trump, diramal masih punya peluang untuk memenangi Electoral College.

Dalam kaitannya dengan pasar emas, para analis memperingatkan agar pasar bersiap menghadapi volatilitas tinggi. “Kami hanya melihat perolehan kecil (dalam harga emas hari ini), dan hal itu tidaklah mengejutkan. Pekan ini adalah pekan yang sangat masif dipengaruhi oleh event, jelas dengan adanya pemilu,” kata analis OANDA, Craig Erlam. “Kita akan menyaksikan sedikit konsolidasi pergerakan, setelah emas berada di bawah tekanan pekan lalu.” kata Erlam.

Selain itu, gerak Dolar AS dalam pengaruhnya dengan harga emas juga masih diperhatikan. Afshin Nabavi, analis dari MKS SA menilai bahwa harga emas masih terbelit dalam rentang konsolidatif. Dolar AS sebagai rival emas memang tampak sedikit naik. Namun, kenaikan Dolar AS masih berada dalam rentang perdagangan sebulan terakhir.

Nabavi menjelaskan, selama tidak tampak break up atau break down signifikan dalam Dolar AS, maka pasar tak perlu mengharapkan perubahan harga yang mencolok. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di 94.16 saat berita ini ditulis, stabil di kisaran level tinggi yang terbentuk tanggal 29 Oktober.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.