Harga Emas Masih Terpuruk Dihantui Rate Hike The Fed Dan Bull Dolar

Harga emas tertahan dari penurunan tambahan, pasca aksi sell-off besar-besaran dalam dua hari kemarin. Di sesi perdagangan Kamis (07/Juli) malam, harga emas spot naik setengah persen ke $1,747.7 per ounce pada pukul 14:14 GMT. Sedangkan di Comex New York, harga emas futures merangkak naik 0.6% ke $1,747.20. Saat berita ini ditulis, harga emas spot diperdagangkan di di $1,740.30, level rendah sejak sepuluh bulan terakhir.

Para investor memanfaatkan pelemahan harga emas untuk melakukan aksi bargain-hunting. Selain jeda dari kenaikan indeks Dolar, hal tersebutlah yang berperan dalam menghentikan penurunan harga emas malam ini setelah kemerosotan 3 persen kemarin.

“Reaksi harga emas agak terbungkam karena para investor telah mengambil posisi dalam kemungkinan kenaikan suku bunga tinggi berikutnya pada bulan Juli,” jelas Suki Copper, pakar dari Standard Chartered. “Di beberapa sesi perdagangan terakhir, harga emas sudah menyerah pada sentimen risk-off karena Dolar AS-lah yang diuntungkan.”

Notulen untuk rapat The Fed yang telah digelar pada bulan Juni, menilai bahwa kenaikan inflasi AS semakian memburuk. Bahkan, publik mulai meragukan kekuatan bank sentral untuk mengendalikan masalah kenaikan harga gila-gilaan, meskipun suku bunga sudah didongkrak ke level tertinggi hampir tiga puluh tahun.

Rate Hike The Fed, Investor Lebih Pilih USD Daripada Emas

Sejak kenaikan suku bunga The Fed tahun ini dimulai, harga emas sudah menurun lebih dari $300. Alih-alih menjadi primadona sebagai aset anti-inflasi, harga logam mulia justru jatuh karena kalah saing dengan aset lain seperti Dolar AS atau yield obligasi.

“Notulen The yang Fed hawkish, yang mana menunjukkan ‘sikap yang bahkan lebih membatasi (mengetatkan moneter)’ tidak memberikan kelegaan bagi pasar logam mulia,” komentar Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

“Meskipun reli short-covering mungkin terjadi jika data payroll AS lemah, tetapi kenaikan yang bertahan lama (untuk emas) masih membutuhkan (konfirmasi dari) data CPI AS yang lebih lemah minggu depan. Hal itu diperlukan untuk menarik The Fed kembali dari aksi pengetatan besar-besaran lainnya,” tambah Wong.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Fawad Razaqzada, ahli dari City Index. Menurutnya, jika harga emas tampak sedikit menguat dalam jangka pendek, maka hendaknya para trader mengambil tindakan yang hati-hati. Perlu diingat bahwa aksi jual dapat berlanjut dengan mudah di tengah kondisi Dolar AS yang kuat dan kenaikan suku bunga.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.