Harga Emas Berbalik Naik Usai Anjlok Merespon Data CPI AS

Sempat anjlok 1%, harga emas mulai naik tipis di sesi perdagangan Jumat malam ini. Inflasi AS yang melonjak, menaikkan isu bahwa The Fed tak bisa menghindari tambahan kenaikan suku bunga. Akibatnya, Dolar AS menguat bersama dengan yield AS. Sebaliknya, harga emas tertekan akibat hal tersebut.

Harga emas spot turun 1% ke $1,828.40 per ounce pada pukul 13:40 GMT. Namun saat berita ini ditulis, XAU/USD sudah naik 0.46% ke $1,856.49. Sedangkan di Comex New York, harga emas futures masih diperdagangkan di $1,834.40, setelah turun 1%.

Dalam basis tahunan, CPI AS naik 8.6% dari 8.3% pada bulan April. Padahal sebelumnya, para ekonom mengekspektasikan bahwa CPI bulan April sudah merupakan puncak inflasi. Kenaikan harga bahan bakar dan sektor jasa, membuat The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga hingga 50 basis poin.

“Di satu sisi, kita melihat bahwa angka inflasi lebih panas daripada ekspektasi. Hal itu menekan emas, karena kebutuha The Fed terhadap kenaikan Rate turut meningkat demi melawan dampak buruk inflasi yang tinggi,” kata David Meger, analis High Ridge Futures.

“Di sisi lain, inflasi yang tinggi masih menghantui pasar. Emas dianggap sebagai aset yang tepat untuk melawan tekanan inflasi. Hal itu akan bertindak sebagai pendukung dalam lingkungan inflasi yang mendasarinya.”

Emas Ambil Keuntungan Sebagai Safe Haven Atas Inflasi

Dolar menguat setelah data tersebut, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sementara imbal hasil AS juga naik. Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, harga emas “telah sangat tangguh mengingat ekspektasi kenaikan (suku bunga). Pasar emas fisik yang melemah dengan harga lokal di banyak wilayah semakin diminati pembeli” di tengah kekhawatiran bahwa inflasi dapat melampaui kenaikan suku bunga, kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Diskon emas fisik di India minggu ini mencapai tertinggi tujuh minggu, sementara pembatasan COVID-19 masih menghalangi pembeli di China. Perak tergelincir 1.6% menjadi $21,32 dan platinum turun 1,5% pada $956,33, sementara paladium merosot 2,7% menjadi $1,873,76. Semuanya berada di jalur untuk penurunan mingguan, dengan platinum ditetapkan sebagai logam dengan kinerja terburuk sejak 22 April.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.