GBP/USD Menguat Pasca Data Ketenagakerjaan Inggris, Brexit Tak Pasti

Sterling menguat setelah data ketenagakerjaan Inggris dirilis pada Selasa sore tadi. Sementara itu, PM Inggris Boris Johnson (BoJo) sedang menghadapi oposisi dalam partainya sendiri, terkait permohonan undang-undang yang akan melanggar pakta Brexit.

Namun demikian, lonjakan Sterling diekspektasikan akan sementara saja, karena BoJo sedang mengkonfrontasi pemberontakan dari anggota parlemennya sendiri dan lebih banyak upaya revisi saat RUU tersebut diproses melalui parlemen.

“Ada suatu optimisme bahwa oposisi tumbuh melawan undang-undang ini dan pemberontakan pun dapat membesar,” kata Lee Hardman, analis MUFG di London.

Poundsterling, yang turun drastis dalam beberapa pekan terakhir karena investor khawatir bahwa rencana Johnson dapat meningkatkan risiko Brexit tanpa kesepakatan, naik 0,2% lebih tinggi pada $ 1.2867 pada 1455 GMT, menjauh dari posisi terendah dua minggu. Saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di 1.2852.

Terhadap Euro, Sterling juga menguat. EUR/GBP anjlok 0.2 persen ke 0.921 karena Pound terdukung oleh data ketenagakerjaan Inggris.

Tingkat Pengangguran Inggris naik ke 4.1 persen dalam tiga bulan ke bulan Juli, dari 3.9 persen sebelumnya. Jumlah orang yang bekerja turun lebih kecl daripada ekspektasi, yakni ke 12,000. Lapangan kerja naik menjadi 434,000 antara Juni hingga Agustus, lebih tinggi daripada periode April-Juni, tetapi turun hampir setengah dari level sebelum pandemi.

Analisis Goldman Sachs Terhadap Pound

Kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan yang cenderung merusak perekonomian, “lebih rendah secara makna” daripada yang diimplementasikan oleh pasar dan bagi investor yang ingin melihat melalui volatilitas jangka pendek. Menurut Goldman Sachs, level Sterling saat ini cukup menarik.

Dalam catatannya Jumat lalu, Goldman Sachs mengatakan bahwa pasar memasang perkiraan 40-45 persen terhadap Brexit yang tanpa kesepakatan, Kendati kemungkinan tersebut bisa meninggi Goldman Sachs mengatakan bahwa pemerintah Inggris sadar betapa merugikannya no-deal Brexit pada ekonomi.

Oleh karena itu, bagi para investor yang bermaksud mengambil keuntungan dari volatilitas jangka pendek saat ini, maka level long Sterling kini cukup menarik dalam pandangan Goldman Sachs.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.