Evans The Fed Sanggah Kritik: Inflasi AS Terkendali

Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans menegaskan dukungannya terhadap kebijakan moneter super longgar The Fed. Ia mengatakan, kenaikan inflasi AS baru-baru ini kemungkinan tidak akan mengarah pada jenis inflasi tinggi yang tidak diinginkan, seperti kritik dari para ekonom terkemuka.

Charles Evans, Presiden The Fed Chicago

“Saya belum menemukan sesuatu yang memicu saya untuk mengubah dukungan penuh saya terhadap langkah akomodatif (The Fed) pada kebijakan moneter ataupun petunjuk mengenai kebijakan ke depan,” kata Evans dalam pidatonya di konferensi Bank of Japan, Rabu (26/Mei) dini hari.

Adapun salah seorang ekonom terkemuka yang mengkritik kebijakan moneter longgar The Fed adalah mantan Menkeu AS, Larry Summers. Menurut Summers, komitmen The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level rendah sampai mencapai full employment dan inflasi 2%, merupakan cara sukses untuk mengalami overheating economy.

Summers mengakui bahwa stimulus fiskal senilai triliunan dolar dari pemerintah AS memang berhasil meredam dampak pandemi virus Corona terhadap perekonomian. Namun, hal itu juga berpotensi memunculkan suatu jenis inflasi tinggi yang telah lama tak tampak selama beberapa dekade.

Risiko Overheating Rendah

Menanggapi kritik tersebut, Evans mengatakan bahwa hal itu bergantung pada pandangan “akselerator” terhadap inflasi. Sepanjang sejarah, harga yang lebih tinggi akan mendorong ekspektasi inflasi yang semakin tinggi di kalangan rumah tangga dan bisnis. Dengan bgitu, mereka akan memasukkan ekspektasi inflasi tersebut ke dalam keputusan pembelian dan penetapan harga.

Belanja pemerintah sejauh ini sudah menaikkan ekspektasi inflasi. Evans menganggap hal ini sebagai sebuah perkembangan yang bagus.

“Setelah rentetan penyesuaian level harga relatif pasca pandemi telah berlalu, serta dorongan dari dukungan fiskal yang surut, jalan menuju inflasi yang sangat tinggi dan persisten pada tahun 2022 dan seterusnya mungkin bergantung pada alur cerita akselerasionis,” kata Evans yang juga merupakan anggota FOMC tahun ini. “Saya pikir risiko ini rendah.”

Pasca pernyataan Evans, Dolar AS masih tak berkutik dari level rendah. Indeks Dolar turun 0.18 persen ke 89.67, tertekan pula oleh indeks CB Consumer Confidence AS yang jauh di bawah ekspektasi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.