Pasar Kecewa ECB Dovish, Euro Tertekan Turun

Euro turun ke level rendah dua tahun terhadap Dolar AS. Hal itu karena kebijakan bank sentral Eropa (ECB) dianggap mengecewakan ekspektasi pasar. Komentar Presiden Christine Lagarde dipandang sebagai sebuah sinyal bahwa ECB tak akan segera menaikkan suku bunga. Tentu saja hal tersebut berlawanan dengan kebijakan The Fed yang semakin hawkish.

Mata uang Single Currency turun 0.24% ke $1.0800 saat berita ini ditulis pada Jumat (14/April) pagi. Level terendah sejak April 2020, $1.0758, sempat tercapai beberapa jam sebelumnya. Terhadap Sterling, Euro juga melemah ke level rendah satu bulan dengan penurunan 0.28% ke 0.8279. Poundsterling sempat menguat setelah laporan inflasi tahunan Inggris yang melonjak.

Lagarde mengatakan, belum ada timeframe yang jelas untuk mulai menaikkan suku bunga. Pimpinan ECB tersebut menambahkan, ada kemungkinan beberapa pekan atau beberapa bulan lagi setelah skema stimulus ECB berakhir. “Kita akan mengurus kenaikan suku bunga ketika kita sudah sampai di situ,” kata Lagarde.

Dalam pernyataan kebijakan moneter ECB yang diumumkan tadi malam, ECB akan melangkah waspada untuk mengurangi stimulus dan menghindari jadwal yang tergesa-gesa. Bank sentral tersebut juga mengonfirmasi rencana untuk memotong pembelian obligasi (QE) dalam kuartal ini. Akhir QE adalah sekitar kuartal ketiga tahun ini.

Analis: Lagarde Khawatirkan Dampak Perang Ukraina

Menurut analisis Joseph Trevisani dari FXStreet, komentar Lagarde jelas sangat kontras dibandingkan dengan komentar Ketua The Fed Jerome Powell. “Mereka (ECB) mungkin sudah mencermati apa yang Jerome Powell lakukan, dan itu sangatlah agresif. Lagarde tampak enggan untuk mengikuti kebijakan The Fed. Ia lebih memperhatikan secara khusus perang Ukraina dan dampaknya bagi ekonomi Eropa. Sangat bisa dipahami,” kata Trevisani.

Selain melambungkan harga bahan bakar, perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung dua bulan ini turut mendongkrak harga bahan-bahan makanan. Dua negara tersebut merupakan negara penghasil gandum dan minyak bunga matahari terbesar di dunia.

“Terus terang, mengingat betapa tidak menentunya kondisi saat ini, kehati-hatian Lagarde dapat dibenarkan. Namun, tak salah juga jika pasar sempat mengharapkan sedikit lebih banyak percikan setelah rapat penting pada bulan Maret lalu,” kata Ima Sammani, analis di Monex yang senada dengan Trevisani.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.