EUR/USD Kian Lemah Di Tengah Bullish Dolar Dan Krisis Energi

Euro semakin melemah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Rabu malam ini. Gejolak dalam pasar ekuitas yang berpadu dengan penguatan Dolar AS, menjadi faktor utama yang mengantar mata uang Single Currency tersebut ke level rendah sejak November 2020. EUR/USD ambles lebih dari setengah persen dan diperdagangkan di level 1.1621 saat berita ini diturunkan.

EUR/USD menurun di sesi perdagangan Rabu (29/September) malam.

Saham APAC merosot. Begitupula dengan saham Nikkei 225 yang terjun lebih dari 2%, setelah Fumio Kishida terpilih sebagai perdana menteri Jepang selanjutnya.

Selain itu, masalah krisis bahan bakar dan energi di Eropa, turut menjadi beban bagi Euro. Kelangkaan pasokan energi memasuki musim dingin, dan sulitnya distribusi bahan bakar, membuat harga bahan bakar di Eropa melangit. Pemulihan ekonomi pun terancam. Sejumlah negara, termasuk Inggris, bahkan berisiko mengalami stagflasi.

Dolar Langgengkan Reli Di Tengah Isu Pengetatan Moneter

Dari sisi Dolar AS, mata uang tersebut mendulang semakin banyak permintaan. Kenaikan Indeks Dolar mencapai level tinggi 10-bulan. Spread EUR/USD menjadi salah satu yang terlebar sejak akhir Deseber 2020.

Menurut salah seorang trader di London, hal itu karena kontrak tiga bulan saat ini sudah semakin mendekati akhri tahun. Oleh karena itu, biasanya permintaan tehadap Dolar AS akan semakin tinggi.

Kendati demikian, dari segi fundamental, kenaikan Indeks Dolar dipicu oleh sinyal kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih cepat daripada ekspektasi. Para trader juga khawatir Federal Reserve akan mulai menarik dukungan kebijakan, tepat saat pertumbuhan global melambat.

Senat AS dari Partai Republik kemarin memblokir tawaran dari Presiden Joe Biden untuk mencegah default kredit AS yang berpotensi default, dengan anggaran federal yang akan berakhir pada hari Kamis dan otoritas pinjaman pada sekitar 18 Oktober. Namun, “drama” semacam ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Oleh sebab itu, Dolar tetap dapat menguat.

“Ini mungkin pertanda kepercayaan yang dimiliki orang di AS bahwa bahkan ketika pemerintah AS meluncur ke tebing seperti mobil dengan pengemudi mabuk yang dipukuli oleh penumpangnya yang lebih mabuk, Dolar dapat menguat,” kata Marshall. Gittler, kepala penelitian investasi di BDSwiss, dalam sebuah catatan.

“Saya kira ini karena orang-orang telah melihat film ini sebelumnya dan mereka tahu bagaimana akhirnya.”

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.