EUR/USD Merosot Akibat Penguatan Dolar Pasca Komentar Yellen

Euro melemah menghadapi penguatan Dolar AS pasca komentar Menteri Keuangan AS, Janet Yellen soal kemungkinan kenaikan suku bunga. Hal menimbulkan aksi penghindaran risiko sehingga mata uang safe haven seperti Dolar AS menguat, sedangkan Euro melemah.

EUR/USD terpantau telah menembus level support penting di kisaran $1.1995 sehingga turun ke level rendah dua pekan di $1.9942. Saat berita ini ditulis, EUR/USD turun 0.14% ke 1.1994.

Pasar Terlanjur Heboh Tanggapi Komentar Hawkish Pejabat Ekonomi AS

Kemarin malam, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan guna mencegah perekonomian agar tak mengalami overheating.

Akan tetapi, Yellen kemudian mengesampingkan urgensi kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat. Namun, pasar sudah terlanjur menganggapi serius kalimatnya di awal. Pasar saat ini sedang sensitif mendengar penyebutan pengetatan moneter AS. Padahal, menteri keuangan AS sejatinya tak memiliki wewenang atas kebijakan moneter.

“Pasar sepertinya tergoda untuk melakukan suatu aksi ‘yellen and screaming’ setelah event tadi malam, menyusul komentar hawkish yang jelas dari Menteri Keuangan AS meskipun kemudian mundur,” kata Valentin Marinov di Credit Agricole. “Semua yang dikatakan, komentar tersebut menyoroti bahwa sekarang ada perdebatan yang sedang berlangsung di antara para pejabat AS tentang perlunya mengekang stimulus moneter ultra-agresif Fed.”

Sejauh ini, The Fed sendiri masih menunjukkan sentimen yang dovish. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa ekonomi AS membaik, tetapi belum keluar dari tantangan. “Outlook ekonomi di Amerika Serikat ini sudah jelas cerah,” kata Powell dalam pidati pembukaan di hadapan National Community Reinvestment Coalition dini hari tadi.

“Akan tetapi, bagi orang-orang dengan gaji rendah, pertumbuhan ekonomi AS terasa lebih lambat.” ungkap Powell sembari memaparkan data, bahwa nyaris 20% pekerja berpendapatan rendah masih menganggur. Angka tersebut jomplang dibandingkan dengan pekerjaan berpendapatan tinggi, yang mana tinggal 6% saja yang belum kembali bekerja.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.