EUR/USD Melejit Pasca Revisi Target Inflasi ECB

Dalam review kebijakan moneternya sore tadi, bank sentral Eropa memutuskan untuk merevisi target inflasi dan mengizinkan inflasi konsumen (CPI) melonjak lebih tinggi jika diperlukan.

Pada Januari tahun lalu, ECB mengawali review kebijakan pertamanya sejak tahun 2003. Namun, hasil dari tinjauan tersebut harus ditunda akibat pandemi virus Corona. Tujuan dari review kebijakan ini adalah untuk menilai seberapa efektif kebijakan dan perangkat yang telah diimplementasikan oleh bank sentral dalam mencapai target inflasi.

ECB terus berusaha untuk mencapai inflasi pada level “di bawah tapi mendekati 2%”. Akan tetapi, mulai sekarang target inflasi akan menjadi 2% ke atas.

“Dewan Gubernur menganggap bahwa stabilitas harga paling baik dipertahankan dengan menargetkan target inflasi 2% dalam jangka menengah. Target ini simetris, artinya deviasi inflasi negatif dan positif dari target sama-sama tidak diinginkan,” demikian pernyataan ECB hari ini.

Dalam konferensi pers tadi, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan target inflasi baru “jelas dan mudah dikomunikasikan. Lagarde menambahkan, “Kami tahu bahwa 2% tidak akan selalu tepat sasaran. Mungkin ada beberapa penyimpangan sementara yang moderat di kedua arah dari 2% itu, tapi itu bukan masalah. Yang kami khawatirkan adalah penyimpangan yang berkelanjutan, tahan lama, signifikan dari target dan itulah nanti yang akan membutuhkan tindakan tegas.”

Euro Menguat

Euro menguat terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Kamis malam, setelah pernyataan review kebijakan European Central Bank (ECB) tersebut. Saat berita ini ditulis, EUR/USD naik 0.57% ke 1.1860, membalas penurunan dalam dua hari sebelumnya.

Selain karena pernyataan ECB, penguatan Euro juga didukung oleh pelemahan Dolar AS. Indeks Dolar AS terpnatu melemah 0.2% ke 92.54, menyusul notulen rapat FOMC yang dinilai hambar tanpa kejutan.

Meskipun risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve AS bulan Juni mengkonfirmasikan bahwa bank sentral sedang menuju pengurangan pembelian asetnya segera setelah tahun ini, dan sempat disalahkan sebagai penyebab aksi jual, beberapa pedagang melihat perpanjangan dari pelepasan tema reflasi yang terlihat di pasar obligasi global ini.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.