EUR/USD Hentikan Pelemahan Pasca Rilis Risalah Rapat ECB

Risalah rapat yang dirilis oleh European Central Bank (ECB) pada Kamis (07/Oktober) sore tadi menunjukkan bahwa tanggal 9 September lalu, para pembuat kebijakan di bank sentral tersebut telah membicarakan tambahan pemotongan pembelian aset, serta masalah inflasi.

Ekonomi Zona Euro dinilai sudah lebih kuat dengan inflasi yang sudah berada di atas target ECB. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan sedang bersiap untuk kembali menggelar pembicaraan penting pada bulan Desember mendatang. Pengurangan stimulus dan pemetaan Outlook inflasi, serta langkah penanggulangan kekurangannya dalam jangka panjang, akan menjadi topik pembicaraan selanjutnya.

Langkah pertama yang digunakan sebagai sinyal untuk mengakhiri stimulus akibat pandemi yakni keputusan ECB untuk memotong pembelian obligasi secara moderat. Namun, sebagian anggota rapat mengajukan gagasan pengurangan stimulus yang lebih besar. Alasannya, respon bank sentral tersebut tidak sinkron dengan pemulihan.

“Telah dibicarakan bahwa aplikasi simetris dari kerangka (Program Pembelian Obligasi Darurat Pandemi) akan membutuhkan pengurangan yang lebih substansial dalam laju pembelian,” tulis ECB dalam notulennya. “Dari perspektif ini, laju pembelian yang serupa dengan level yang berlaku di awal tahun akan lebih sesuai.”

Pada akhirnya, ECB memilih langkah yang lebih hati-hati. Bank sentral tersebut khawatir bahwa pemotongan stimulus yang lebih besar, akan dianggap sebagai langkah untuk keluar dari kebijakan moneter longgar. Padahal, pengetatan moneter masih terlalu prematur langkah prematur mengingat prospek inflasi yang lemah dalam jangka menengah.

Euro Naik Tipis

Terlepas dari isi risalah rapat ECB tersebut, EUR/USD bergerak menguat. Saat berita ini ditulis, pasangan mata uang tersebut naik tipis 0.10 persen ke 1.1565. Dolar AS cenderung flat menjelang rilis data NFP besok malam.

Malam ini, salah seorang pejabat ECB, Isabel Schnabel menyampaikan komentar dalam konferensi gabungan bersama The Fed Cleveland. Schnabel mengatakan bahwa kenaikan tajam inflasi zona euro secara tiba-tiba, mungkin saja akan benar-benar tahan lama jika pekerja mulai mengharapkan harga yang lebih tinggi dan meminta kenaikan upah.

Kendati demikian, Schnabel sendiri menganut pandangan bahwa hal tersebut hampir tidak mungkin terjadi. Inflasi Zona Euro yang mencapai 3.4% diperkirakan tak akan bertahan sampai tahun depan karena banyaknya ketidakpastian.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.