Emas Tertekan Yield, Namun Terdukung Kenaikan Inflasi

Harga emas turun tipis di sesi perdagangan Selasa sore, seiring dengan isu kenaikan suku bunga bank-bank sentral. Para investor sedang mewaspadai isu seputar kebijakan bank-bank sentral, khususnya kenaikan suku bunga untuk mendapatkan Outlook yang lebih jelas bagi harga emas ke depan. Selain itu, isu tersebut menyebabkan kenaikan yield obligasi US Treasury sehingga semakin menekan harga emas.

Harga emas spot sempat naik 0.2% ke $1,841.13 per ounce pada pukul 02:00 GMT. Namun saat berita ini ditulis, kenaikan mulai berkurang dengan XAU/USD diperdagangkan di $1,838.15. Di Comex New York, harga emas futures menguat 0.1% ke $1,842.90.

“Harga emas tak banyak bergerak, setelah pekan kebijakan bank-bank sentral global historis; para pembuat kebijakan akan menjelaskan alasan di balik keputusan mereka minggu ini,” komentar Stephen Innes, analis dari SPI Management.

Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga dengan persentase tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Hal itu dilakukan demi menanggulangi dampak buruk kenaikan inflasi. Pekan ini, Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan testimoni di hadapan Senat dan House dalam dua hari berturut-turut.

“Walaupun pasar tidak mengekspektasikan Powell untuk memberikan wawasan baru tentang roda kebijakan, tetapi kami mengekspektasikan bahwa ia akan menekankan gagasan bahwa The Fed tetap akan mengambil sikap sesuai dengan data. Oleh karena itu, emas dan semua aset yang sensitif pada suku bunga akan menjadi pengamatan sehubungan dengan risiko utama,” kata Innes.

Emas Tersendat Di Tengah

Serangkaian kebijakan kenaikan suku bunga yang mengejutkan oleh beberapa bank sentral negara maju yang mengkhawatirkan lonajakan inflasi, membuat yield dianggap lebih menguntungkan daripada emas. Di sesi perdagangan pagi tadi, Gubernur bank sentral Australia Philip Lowe, mensinyalkan kenaikan suku bunga lebih banyak. Bahkan, inflasi di negeri Kanguru diperkiraka kan mencapai 7% di akhir tahun ini.

“Ada faktor-faktor yang saling bertentangan sehingga menghalangi emas untuk membuat langkah yang menentukan dari satu atau lain arah,” kata Fawad Razaqzada, analis di City Index. Ia menambahkan “fakta bahwa (emas) belum sepenuhnya menembus level rendah mengindikasikan adanya faktor lain yang mendukung.”

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.