Emas Menguat Di Akhir Pekan Meski Masih Terkonsolidasi

Emas mengakhiri pekan pertama April dengan penguatan, di tengah Dolar AS yang juga stabil menguat. Kenaikan suku bunga The Fed yang dibayangi pemanasan inflasi dan konflik Rusia-Ukraina yang belum berakhir, membuat permintaan atas emas tetap mengalir.

Harga emas spot naik setengah persen ke $1,941.94 per ounce. Sedangkan harga emas futures di Comex New York naik 0.4% ke $1,945.6. Sementara itu, XAU/USD ditutup di harga $1,945.80, naik 0.77% dari harga pembukaan.

Rilis notulen rapat The Fed menjadi event terpenting pasar pekan lalu. Dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15-16 Maret tersebut, sejumlah anggota rapat menyatakan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga lagi sebanyak 50 bps untuk beberapa waktu ke depan.

Selain itu, rencana perampingan aset yang membengkak akibat krisis karena pandemi juga diwacanakan, sesuai dengan ekspektasi pasar. “Peserta (rapat) secara umum juga sepakat bahwa pembatasan (neraca) dapat dilakukan secara bertahap selama periode tiga bulan atau sedikit lebih lama jika kondisi pasar memungkinkan,” tulis notulen FOMC.

Sideways Emas Berakhir Jika Dolar Anjlok

Dolar AS yang menguat menyusul laporan tersebut, tak lantas membuat emas tumbang. Harga emas umumnya akan tertekan apabila Dolar AS menguat dan bank sentral AS menaikkan suku bunga.

Namun, tingginya inflasi yang mendasari kebijakan moneter ketat tersebut, menahan harga emas dari tekanan lebih lanjut. Selain itu, ketidakpastian perang Rusia Ukraina juga membuat fungsi safe haven emas masih dicari investor.

“Ketidakpastian tentang apa yang akan dilakukan oleh The Fed setelah menaikkan suku bunga, membawa arus masuk ke emas,” komentar Edward Moya, analis OANDA yang dikutip oleh Reuters.

“Ketakutan akan resesi, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang digelayuti oleh dorongan inflasi, turut menyebabkan orang-orang untuk mencari aman ke emas.”

Dari segi teknikal, analis Adam Button dari ForexLive memperkirakan bahwa bullish Dolar AS masih cukup menjanjikan untuk beberapa waktu ke depan. “Secara teknis, tak terlalu banyak untuk sinyal yang nampak karena emas terus berkonsolidasi di kisaran $1915 hingga $1964. Namun, jika dolar tersandung hingga breakout, maka ada banyak hal yang disukai dan potensi penembusan double top ke $2070,” kata Button.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.