Harga emas spot naik 0.1% ke kisaran $1,918.49 per ounce di sesi perdagangan Kamis malam ini. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level rendah satu pekan. Grafik XAU/USD berikut ini menunjukkan kenaikan tipis harga emas spot ke kisaran $1,920. Level tersebut tercapai setelah menyentuh level rendah satu pekan di sesi kemarin.
Menurut Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco, emas berfluktuasi karena kurangnya berita fundamental baru dan hanya diperdagangkan berdasarkan teknikal yang mendukung tren bearish saat ini. Namun, beberapa short-covering pada penurunan berdasarkan persepsi pembelian nilai membuat emas tetap bertahan.
Emas tetap kokoh meskipun Dolar AS sedang perkasa. Hal ini berkat penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun ke bawah puncak dua minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya.
Di sisi lain, harga emas juga tersokong oleh komentar pejabat AS. Susan Collins, Presiden The Fed Boston memperingatkan agar bank sentral tetap berhati-hati dalam memutuskan kebijakan moneter selanjutnya, walaupun inflasi mulai memberikan sinyal pendinginan. Harga emas cenderung naik jika kenaikan suku bunga disinyalkan melambat.
Meski begitu, para investor masih menunggu perkembangan laporan data ekonomi Amerika Serikat. Malam ini, data PMI Sektor Jasa AS diumumkan naik. Meski masih meyakini bahwa suku bunga The Fed tak akan naik lagi bulan ini, tetapi dalam beberapa bulan ke depan, bank sentral AS masih memiliki alasan untuk menaikkan kembali suku bunganya.
“Fed menghadapi pedang bermata dua. Di satu sisi, jika terus menaikkan suku bunga pada saat harga minyak mentah naik, hal ini berisiko mendorong perekonomian AS ke dalam resesi. Namun, mereka juga harus khawatir terhadap kenaikan inflasi akibat kenaikan harga minyak,” kata Wyckoff.