Dolar Tergelincir Meski Sempat Naik Pasca CPI AS

Sempat menguat, Dolar AS turun tipis dari puncak tertinggi sat tahun di sesi perdagangan Rabu malam. Inflasi AS dilaporkan cukup solid di bulan September. Data tersebut semakin meyakinkan para investor bahwa The Fed akan mengumumkan tapering stimulus pada November depan.

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0.4% pada bulan September, lebih tinggi daripada ekspektasi 0.3%. Sedangkan dalm basis tahunan hingga September, CPI AS naik 5.4% dari 5.3% sebelumnya.

“Angka CPI AS sedikit lebih tinggi daripada ekspektasi. Namun, saya rasa hal itu tidak mengejutkan bagi sebagian besar orang,” komentar Minh Trang, analis dari Silicon Valley Bank. “Anda tidak perlu pergi terlalu jauh, cukup ke supermarket atau SPBU, maka Anda akan tahu bahwa harga sedang naik.”

“Ketika dikaitkan dengan The Fed, kenaikan harga memberikan dukungan bagi bank sentral tersebut untuk melakukan perubahan langkah kebijakan moneter. Dalam ha ini adalah tapering yang berpotensi menaikkan suku bunga,” imbuh Trang.

Beberapa saat setelah data CPI AS dirilis, Dolar AS menambah kenaikan baru terhadap Yen Jepang, sebelum akhirnya mengendur. USD/JPY diperdagangkan di 113.48. Begitupula dengan Indeks Dolar yang sudah turun 0.33% ke 94.1 saat berita ini ditulis.

Selanjutnya, pasar akan menantikan rilis notulen rapat The Fed besok. Hal ini diharapkan akan memberikan katalis tambahan bagi penguatan Dolar AS.

“Rilis risalah FOMC hari ini dapat mengonfirmasi bahwa pengumuman tapering pada bulan November, mungkin sulit untuk ditolak oleh The Fed. Namun demikian, juga ada diskusi tentang dampak potensial dari pengetatan lebih lanjut pada ekonomi AS dan kondisi keuangan global,” kata Valentin Marinov, kepala G10 FX penelitian di Credit Agricole.

“Lebih lanjut, kami percaya bahwa setelah laporan pekerjaan AS yang terbilang agak beragam untuk bulan September dan kebijakan penundaan daripada resolusi yang terjadi di masalah plafon utang AS, maka The Fed pada akhirnya dapat memilih untuk memulai pengurangan QE yang lebih bertahap.”

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.