Dolar Terdukung Data Manufaktur AS, EUR/USD Keok

Dolar AS menguat versus Euro di sesi perdagangan Rabu (01/Juni) malam ini. Data ekonomi AS yang menunjukkan peningkatan, serta tekanan yang masih membebani Euro, menjadi alasan utama merosotnya EUR/USD hari ini. Inflasi Zona Euro yang naik memecah rekor tertinggi, merebakkan kekhawatiran terhadap masa depan Outlook pertumbuhan ekonomi di area tersebut.

EUR/USD merosot 0.82% ke 1.0643 saat berita ini ditulis, kembali ke level rendah tanggal 23 Mei. Data Manufaktur AS menunjukkan bahwa aktivitas pabrikan di negara tersebut menggeliat di bulan Mei.

ISM mencatat, PMI Manufaktur AS naik ke 56.1 di bulan Mei, dari 55.4 di bulan April. Indesks di atas 50 menunjukkan ekspansi dalam sektor manufaktur. Permintaan atas barang-barang konsumsi masih cukup tinggi, seiring dengan bangkitnya sektor jasa seperti agen perjalanan dan rekreasi pasca pandemi COVID-19.

Kenaikan Inflasi Jadi Masalah Global

Data manufaktur AS yang solid, kian mempersulit Euro untuk menguat. Kenaikan harga minyak akibat perseteruan Rusia-Ukraina yang belum menemukan titik temu turut melemahkan mata uang tersebut.

Menurut Joe Manimbo, analis Western Union Business Solution, Dolar terus menanjak sejak liburan akhir pekan. Mata uang tersebut mendapatkan dukungan dari kenaikan yield obligasi US Treasury dan dari pihak lain yang mencari keamanannya (safe haven) dari perburukan inflasi global.

Meski Zona Euro sedang dilanda kenaikan inflasi yang mengancam stabilitas pertumbuhan, ekonomi AS juga bukan tanpa risiko. Kenaikan suku bunga agresif yang digencarkan oleh The Fed dalam rangka menjinakkan inflasi, dikhawatirkan dapat memicu resesi. Hingga Maret lalu, suku bunga The Fed sudah naik 75 basis poin. Bulan Juni dan Juli ini, bank sentral AS tersebut diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga.

“Menurut saya, kita akan sedikit lebih lama berada dalam kondisi choppy, karena kita harus menunggu lebih banyak data tentang gambaran inflasi di seluruh dunia dan berita tentang Rusia/Ukraina, komoditas, dan pembukaan kembali China,” Brad Bechtel, kepala FX global di Jefferies, dalam catatan yang dikutip oleh Reuters.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.