Dolar Naik Tipis Tergeret Yield Obligasi AS Pasca Data Inflasi

Dolar AS naik terhadap mata uang mayor, bersama dengan yield obligasi US Treasury, merespon kenaikan inflasi Amerika Serikat dan China. Saat berita ini ditulis pada Jumat malam, Indeks Dolar diperdagangkan di 92.17, naik 0.12 persen dari sebelumnya.

“Kita sedang melihat konsolidasi secara luas dalam Dolar AS hari ini, setelah penurunan satu pekan seiring dengan data inflasi China dan AS. US Treasury pun kembali bangkit,” kata analis yang dikutip oleh Reuters.

Inflasi Produsen China di bulan Maret dilaporkan melonjak dari -0.2 persen menjadi 0.4 persen secara tahunan (Year-over-Year). Perolehan tersebut lebih tinggi daripada forecast kenaikan 0.3 persen dan menjadi laju CPI China terpesat sejak Juli 2018.

Menyusul kemudian, AS juga mengumumkan kenaikan Inflasi Produsen (PPI) sebesar 1% dalam basis bulanan, lebih tinggi daripada ekspektasi dan data sebelumnya di 0.5%.

Laporan Inflasi kedua raksasa ekonomi dunia tersebut membangkitkan kembali minat risiko. Yield obligasi 10-tahunan Amerika Serikat yang sebelumnya tertekan di level rendah dua pekan, kembali menanjak dan mengerek Dolar AS.

Inflasi diekspektasikan akan memanas tahun ini, terdorong oleh kenaikan permintaan serta dihilangkannya kalkulasi pelemahan inflasi dari forecast. Selama pandemi, inflasi jeblok terimbas oleh kebijakan penutupan usaha-usaha non-primer di sejumlah wilayah demi membatasi penyebaran COVID-19.

Namun, sebagian besar ekonom dan para pejabat The Fed meyakini bahwa kenaikan inflasi akan terganjal oleh kekurangan dalam pasar ketenagakerjaan. Oleh karena itu, reli Dolar AS tahun ini juga diperkirakan akan kehabisan energi. Pasalnya, obligasi juga akan dilanda aksi jual. Telah terbukti pula penurunan Dolar AS 0.8 persen dalam satu pekan ini.

“Singkatnya, energi rebound Dolar AS di kuartal pertama telah habis bersama dengan sell-off obligasi,” kata Kit Juckes, analis dari Societe Generale.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.