Dolar Naik Di Awal Pekan Seiring Mengendurnya Minat Risiko

Dolar AS menguat di awal pekan ini. Senin malam, Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Dolar terhadap mata uang-mata uang lain, naik 0.21 persen ke 92.29. Kekhawatiran akan isu pandemi COVID Delta membuat para investor kembali mencari mata uang safe haven. Selain itu, mereka juga menantikan lebih banyak petunjuk mengenai pemulihan ekonomi global.

Isu tapering juga menjadi salah satu yang paling sensitif di telinga pasar. Oleh karena itu, data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Selasa besok akan menjadi perhatian pasar. Testimoni Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Rabu dan Kamis juga akan disimak.

“Pasar dikuasai mode waspada pada awal pekan ini, minat risiko terbebani, dan mendorong naik Dolar AS,” kata Joe Manimbo, analis dari Western Union. Ia menambahkan bahwa pasar mengekspektasikan petunjuk waktu pengurangan stimulus dari pidato Powell pekan ini.

Kabar-kabar dari seluruh dunia tentang melonjaknya infeksi virus Corona varian Delta turut melukai minat risiko para investor. Australia–yang sebelum COVID Delta menyebar telah menyatakan diri bebas COVID–kini terpaksa lockdown kembali. Untuk hari ini, jumlah infeksi COVID Delta tertinggi diduduki oleh Indonesia, mengalahkan India dan Brazil.

Sinyal apapun yang menunjukkan bahwa inflasi akan lebih berkelanjutan daripada perkiraan, dapat memperbesar peluang bagi The Fed untuk keluar dari era stimulus pandemi. Hal ini pada gilirannya akan kembali memperkuat Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor.

Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat membuat investor berpikir bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kerangka kebijakan longgar lebih lama. Hal ini akan mendorong lebih banyak taruhan pada aset berisiko, termasuk mata uang yang sensitif terhadap risiko.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.