Dolar Menguat Tipis, CPI AS Diperkirakan Sudah Di Puncak

Dolar AS menguat tipis setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan 8.5% pada bulan Maret, dibandingkan dengan satu tahun lalu. Kenaikan bensin menjadi faktor utama pendorong kenaikan inflasi AS, tetapi ditahan oleh menurunnya harga truk bekas dan mobil bekas.

Meskipun angka inflasi AS sedikit lebih panas dibandingakn dengan ekspektasi para analis, dimana CPI AS mencetak kenaikan bulanan tertinggi dalam 40 tahun, data menunjukkan bahwa ada sinyal bahwa inflasi sudah memuncak. Core CPI sudah turun lebih rendah daripada estimasi di 6.5%.

“Ada banyak hal positif yang menunjukkan bahwa beberapa dari lonjakan inflasi ekstrim ini bisa mulai mereda,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Hal itu juga berarti bahwa Federal Reserve mungkin tidak perlu terlalu agresif dalam pengetatan kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini, katanya.

“Meskipun data CPI tersebut mungkin tidak mengubah apa pun yang akan dilakukan oleh The Fed selama beberapa pertemuan berikutnya, tetapi cukup untuk mendukung gagasan bahwa mereka tidak harus agresif dengan kebijakan pengetatan di akhir tahun. Itu pula sebabnya kita melihat dolar sedikit turun mengikuti reaksi awal,” kata Moya.

Dolar AS hanya naik tipis, dengan Indeks Dolar yang diperdagangkan di kisaran 100.21, tertinggi sejak awal 2020. Yield obligasi US Treasury AS 10-tahun turun sedikit menjadi 2,7099%, setelah mencapai 2,793% pada hari Senin, tertinggi sejak Januari 2019.

EUR/USD Masih Tertekan Di Level Rendah

Selain Dolar AS, Euro masih tertekan karena pasar mengalihkan perhatian mereka ke pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa yang dijadwalkan akhir pekan ini. Para pelaku memperkirakan sekitar 70 basis poin pengetatan suku bunga pada Desember. EUR/USD diperdagangkan di 1.0833, turun 0.45% dari harga pembukaan harian.

Apabila Euro mengalami rebound, maka kemungkinan akan dibatasi oleh perang Rusia yang sedang berlangsung melawan Ukraina, kata Moya. Selain mendorong harga bensin, perang Rusia-Ukraina, yang sekarang memasuki bulan kedua, telah menyebabkan lonjakan harga pangan global. Rusia dan Ukraina juga merupakan eksporter utama komoditas seperti gandum dan minyak bunga matahari.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.