Dolar Melesat Setelah NFP AS Lampaui Ekspektasi

Dolar AS melonjak versus mata uang-mata uang mayor lainnya setelah data Non Farm Payroll (NFP) AS dirilis. Hasil yang lebih baik daripada ekspektasi, memicu spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Di sesi perdagangan Jumat (05/Agustus) malam ini, Indeks Dolar AS melonjak 0.78% ke 106.58, menghapus penurunan tajam kemarin.

Sektor Tenaga Kerja AS Solid, Rate Hike The Fed Punya Celah Lagi

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa NFP AS naik sebanyak 528,000 pada bulan Juli, dua kali lipat lebih banyak daripada ekspektasi 250,000, sekaligus menjadi rekor NFP AS sejak Februari. Data NFP AS pada bulan Juni juga direvisi naik dari 372,000 ke 398,000.

Selain NFP, data ketenagakerjaan AS yang dirilis malam ini adalah Tingkat Pengangguran yang turun menjadi 3.5% dari 3.6%; data Pendapatan Per-jam Rata-rata yang naik dari 0.4% menjadi 0.5%. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ketenagakerjaan AS masih mantap. Artinya, ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi untuk menekan kenaikan inflasi,

“Kombinasi dari penguatan pertumbuhan pekerjaan, sektor ketenagakerjaan yang sangat kencang, dan inflasi yang membandel tingginya, menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed masih akan dilakukan bulan depan,” komentar Michael Gregory dari BMO Capital di Toronto.

Dolar AS menggunakan laporan tesebut sebagai pijakan naik. Terhadap Yen, lonjakan Dolar mencapai lebih dari 1.5% persen dengan USD/JPY yang diperdagangkan di 135.08, tertinggi sejak 29 Juli.

“Ini adalah laporan yang jauh lebih kuat dari yang diharapkanā€¦ Artinya, The Fed tidak dapat berputar pada titik ini. Federal Reserve harus terus menaikkan suku bunga. Orang-orang yang mengatakan mari kita lakukan lebih lambat sedang disingkirkan di sini. dengan laporan ini,” kata Axel Merk, analis dari Merk Investment senada dengan komentar Gregory. “Dolar lebih kuat terhadap hampir semua mata uang. AS tampil apik ketika suasana umum menunjukkan bahwa (ekonomi) dunia sedang melambat.”

The Fed pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar tiga perempat poin. Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga sebesar 225 basis poin sejak Maret. Namun, baru-baru ini investor sempat mempertimbangkan apakah Fed bisa mengurangi agresivitas dalam menaikkan suku bunga di masa depan. Sedangkan Indeks dolar naik lebih dari 11% untuk tahun ini di tengah prospek kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.