Dolar Kalem Setelah Menurun Pasca Rilis Notulen FOMC

Dolar AS masih di level rendah meski menghentikan penurunan pasca rilis notulen The Fed, Kamis dini hari tadi. Bank sentral AS tersebut tercatat akan menaikkan lagi suku bunga hingga 50 bps pada Juni dan Juli. Namun, mereka masih menyisakan ruang untuk memperlambat siklus pengetatan di semester kedua tahun ini.

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor, turun 0.16% ke 101.88 di awal sesi Amerika malam ini. Akan tetapi saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS sudah naik 0.30% ke 102.07.

Data Klaim pengangguran AS yang menurun pekan ini, menjadi pertanda bahwa sektor ketenagakerjaan AS masih cukup tangguh. Hal itulah yang mendongkrak Dolar AS malam ini.

Menanggapi pergerakan Dolar AS terbaru, Direktur BK Asset Management Boris Schlossberg mengatakan bahwa Dolar AS sudah tak segarang beberapa pekan lalu. Schlossberg menilai bahwa isi notulen tersebut memberikan kesan bahwa siklus pengetatan yang moderat akan dilaksanakan ke depan.

Notulen The Fed Pastikan Kenaikan 50 bps Sebelum Semester Kedua 2022

Menurut notulen rapat The Fed, sebagian besar peserta rapat FOMC yang telah digelar bulan ini menilai, kenaikan suku bunga 50 bps akan menjadi kebijakan yang sesuai pada Juni dan Juli. Hal itu untuk melawan kenaikan inflasi. Mereka setuju, kenaikan suku bunga adalah perlakuan kunci yang mampu memperbaiki kineja ekonomi.

“Sebagian besar peserta rapat menilai bahwa kenaikan 50 basis poin dalam kisaran target, kemungkinan akan sesuai pada beberapa pertemuan berikutnya,” tulis risalah tersebut.

Selain itu, anggota FOMC mengindikasikan bahwa sikap kebijakan yang membatasi, mungkin menjadi tepat. Hal itu tergantung pada prospek ekonomi yang berkembang dan risiko terhadap prospek tersebut. Sebagian anggota rapat yakin, bahwa menaikkan suku bunga secepatnya, dapat memberikan ruang yang nyaman bagi The Fed untuk memberikan penilaian apakah kebijan tersebut efektif.

Indeks Dolar mencapai puncak dua dekade di posisi 105 pada pertengahan Mei ini. Akan tetapi, sinyal yang menunjukkan bahwa kebijakan The Fed mulai memperlambat laju pertumbuhan ekonomi, membuat para trader mundur dari Dolar. Mereka memperkirakan bahwa The Fed akan sedikit lebih “santai” dalam menaikkan suku bunga di paruh kedua tahun ini. Sehingga yield obligasi pun turun.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.