Dolar Australia Tergelincir Tanggapi Data Inflasi Kuartalan

Dolar Australia melemah setelah data inflasi Australia kuartalan dilaporkan tumbuh di bawah ekspektasi. Hal itu memicu perdebatan akan kemungkin kebijakan moneter super longgar akan terus dipertahankan untuk beberapa waktu ke depan. Kendati demikian, lonjakan harga komoditas cukup membatasi penurunan.

Saat berita ini ditulis pada Rabu malam, AUD/USD masih diperdagangkan di 0.7768, tak jauh dari level 0.7740 yang tercapai setelah penurunan 0.3% tadi pagi. Level tersebut juga cukup jauh dari resisten $0.7815. Level Support berada di kisaran $0.7735 dan $0.7695.

Inflasi Konsumen (CPI) Australia secara kuartalan hanya tumbuh 0.6% pada kuartal pertama tahun ini. Padahal ekspektasinya akan stabil di 0.9% seperti kuartal akhir 2020.

Selain itu, yang lebih mengejutkan adalah perlambatan dalam ukuran inflasi rata-rata utama. Headline inflasi tersebut dipangkas ke rekor terendah 1.1%, jauh dari target inflasi Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 2-3%.

“Mengingat inflasi inti yang terus berjalan di bawah 2% selama lebih dari lima tahun, maka inflasi inti perlu berjalan di atas 3% selama beberapa tahun lagi untuk mencapai rata-rata target kisaran menengah sebesar 2.5%.” kata Craig James, ekonom CommSec. “Itu artinya, RBA akan mempertahankan kebijakannya (saat ini) sebagai solusi, dan tetap menjaga suku bunga di level rendah sampai tahun 2024.”

Pasar bereaksi atas data Inflasi Australia hari ini dengan menekan turun yield obligasi 10-tahunan Australia sebanyak 4 basis poin ke 1.69%. Kondisi itu menyusutkan spread terhadap obligasi US Treasuries menjadi 7 basis poin.

“Masih ada spare capacity di pasar tenaga kerja. Sehingga, belum ada sinyal untuk menggeneralisasi tekanan upah,” imbuh James. “RBA tidak mengekspektasikan tekanan upah tidak akan muncul sampai Tingkat Pengangguran Australia mendekati 4%, yang saat ini kelas masih cukup jauh dari sana.” Sebagai informasi, tingkat pengangguran Australia saat ini adalah 5.6%.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.