Dolar AS Turun Tanggapi Kemerosotan NFP AS

Dolar AS hanya tergelincir meskipun NFP AS bulan September dilaporkan turun. Pasalnya, meskipun NFP AS buruk, tetapi data ketengakerjaaan lain yang dirilis bersamaan terbilang cukup baik. Indeks Dolar turun tipis 0.14 persen ke 94.0, tak jauh dari level tinggi 06 Oktober.

“Price Action Dolar menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih melihat optimisme, sehingga ekspektasi untuk keputusan tapering masih terpancang sekitar bulan November atau Desember, dengan (prospek) kenaikan (suku bunga) pertama berkisar di musim gugur 2022,” kata Karl Schamotta, analis dari Cambridge Global Payments in Toronto.

Data Non Farm Payroll (NFP) AS pada bulan September hanya tumbuh 194,000, jauh di bawah ekspektasi 366,000. Data tersebut juga turun dari 490,000 di bulan Agustus.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran AS turun dari 5.2% menjadi 4.8% di bulan September, lebih baik daripada ekspektasi 5.1%. Pendapatan rata-rata per jam (Avergae Hourly Earnings naik dari 0.4% menjadi 0.6%, lebih baik pula daripada ekspektasi stagnan.

Data Ketenagakerjaan AS tersebut merupakan data ketenagakerjaan penting terakhir yang dirilis AS sebelum rapat FOMC 2 November mendatang. Hasil yang jauh dari harapan tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran akan tersendatnya akselerasi pertumbuhan ekonomi AS.

Menanggapi laporan tersebut, Brad McMillan dari Commonwealth Financial Network menduga kurangnya pasokan tenaga kerja sebagai penyebab dari rendahnya angka NFP AS bulan lalu. “Masalah terbesarnya bukan karena pertumbuhan yang melambat, tetapi karena orang-orang masih takut untuk kembali bekerja.” kata McMillan.

The Fed Akan Maju Terus

Namun demikian, tapering The Fed diperkirakan tidak akan tertunda Pasalnya, data ketenagakerjaan selain NFP malam ini tak dapat dikatakan buruk. “Jelas bahwa data headline (NFP) meleset. Namun, detail mendasarinya tidak terlalu parah… Pada akhirnya, data Ketenagakerjaan AS masih konsisten dengan rencana The Fed untuk menyampaikan pengumuman pengurangan stimulus bulan depan,” kata Mazen Issa, analis dari TD Securities.

Issa menambahkan, meski angka NFP AS mengecewakan, tetapi pelemahan tersebut kemungkinan hanya akan sebentar. Pasar memerlukan lebih banyak data ketenagakerjaan yang meyakinkan terjadinya suatu pelemahan yang akan menghalangi pengetatan moneter The Fed.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.