Dolar AS Terpukul Ekuitas Dan Ekspektasi QE The Fed

Indeks Dolar AS anjlok 0.32 persen ke 92.97 saat berita ini ditulis Senin malam. Level tersebut menghapus kenaikan yang terbentuk pada tanggal 8 September.

Sedangkan USD/JPY merosot 0.45 persen ke 105.667, level terendah dua pekandengan Yen yang terdukung oleh kabar kemenangan Yoshihide Suga, dalam voting calon Perdana Menteri Jepang yang akan menggantikan Shinzo Abe.

Pelemahan Dolar AS di awal pekan ini terjadi seiring bangkitnya saham-saham AS menanggapi kabar positif perkembangan vaksin virus COVID-19. Saham-saham AS menggeliat, merespon sinyal kemajuan pengembangan vaksin virus Corona. Pabrik obat AstraZeneca melanjutkan uji klinis terhadap vaksin Corona yang sebelumnya dicobakan di Inggris. Vaksin tersebut diketahui merupakan salah satu yang paling pesat kemajuannya.

Di samping itu, transaksi perdagangan bernilai miliaran dolar AS di pasar saham terjadi menyusul laporan mengenai kemenangan Oracle untuk berkolaborasi dengan TikTok di pasar AS. Sebelumnya, Presiden Donald Trump melarang aplikasi TikTok digunakan di AS.

“Dengan perdagangan pasar ekuitas yang lebih positif di awal pekan baru ini, maka Dolar AS diperdagangkan melemah kembali. Pasar menunjukkan kemungkinan bahwa penguatan Dolar masih akan memudar,” kata Vasilli Serebriakov, analis dari UBS New York.

“Selama para pelaku pasar menilai bahwa pasar sedang berjalan di arah yang benar dengan vaksin tersebut, maka Dolar AS akan lebih melemah lagi memainkan siklusnya,” imbuh Serebriakov.

Selain itu, pekan ini The Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya. Pasar mengekspektasikan jika bank sentral AS tersebut akan memberikan petunjuk lebih mengenai ketenagakerjaan di era pandemi ini. Di samping itu, mereka juga akan memperhatikan pandangan terbaru The Fed, semenjak perubahan yang disampaikan oleh Ketua Jerome Powell di Jackson Hole akhir Agustus lalu.

Menurut Lee Hardman dari MUFG, The Fed akan menghadapi tekanan untuk segera mendukung kebijakan baru mereka dengan tindakan. Inflasi AS diperkirakan masih akan di bawah target walaupun The Fed telah mengungkapkan toleransi terhadap kenaikan inflasi di atas target. Hardman mengekspektasikan, bank sentral AS akan menyampaikan penekanan tentang berapa tahun suku bunga rendah akan dipertahankan dan hal itu akan membuat Dolar AS tertekan di level rendah.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.