Dolar AS Terkapar Di Lows 4 Bulan Akibat Konflik Baru AS-China

Dolar AS masih berkubang di level rendah empat bulan terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya. Di sesi perdagangan Kamis malam ini, para investor cenderung Wait-and-see terkait permasalahan AS dan China. Indeks Dolar AS turun 0.36 persen ke 94.6, terendah sejak tanggal 10 Maret.

dxy

Sebagai informasi, Amerika Serikat memberi waktu hingga besok Jumat, kepada China untuk menutup konsulatnya di Houston. Pihak AS menduga bahwa kantor kedutaan tersebut digunakan sebagai keperluan spionase. China berjanji akan menindak kebijakan AS tersebut dan menuduh mereka melakukan politik provokasi.

Hubungan AS dan China memang memburuk tahun ini. Setelah sempat menandatangani kesepakatan dagang Fase Satu dia akhir tahun 2019 lalu, virus Corona merebak di Wuhan China lalu menjalar ke AS. Adapula persoalan penyanderaan bos Huawei oleh AS, dan yang terbaru, intervensi AS atas Hong Kong.

 

Prediksi Analis: USD Masih Bearish Dalam Jangka Menengah

Jika Dolar AS melemah terhadap mata uang lain, Yuan China juga melemah terhadap Dolar AS menyusul eskalasi konflik diplomatik ini. Mata uang bersimbol CNH itu kembali diperdagangkan di kisaran 7 dolar AS.

Viraj Patel, analis forex dari Arkera menjelaskan bahwa event berpengaruh setelah ini adalah pidato Mensesneg AS Mike Pompe soal China. Meskipun ada masalah di kedutaan China di Houston, tetapi pidato tersebut dikabarkan akan dilanjutkan. Patel mengatakan, konflik AS-China ini merupakan narasi yang dominan bagi perdagangan Dolar AS bulan ini.

“Para investor kemungkinan akan menyamakan aksi lebih jauh (bukan hanya retorika) terhadap eskalasi konflik. Hal ini dapat menyurutkan minat risiko lebih luas, (khususnya) jika USD/CNY kembali ke atas 7 dolar,” kata Patel.

Di sisi lain, UBS memprediksi bahwa kurs Dolar versus Yuan akan menyentuh 6.8 per dolar di akhir tahun 2020. Sedangkan di pertengahan 2021, kurs USD/CNY akan turun lagi ke 6.7.

“Dari perspektif Forex, kami melihat sinyal kerapuhan yang menawarkan dasar kepada USD saat ini. Walaupun perkembangan isu ketegangan AS-China mungkin akan diperlukan untuk mendongkrak USD, tetapi dalam jangka menengah kami masih memprediksi pelemahan Dolar,” kata tim analis ING.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.