Dolar AS Pertahankan Perolehan Di Awal Pekan NFP AS

Dolar AS bergeming di level tinggi akhir pekan lalu, dengan para investor yang mewaspadai perdagangan awal minggu ini jelang rilis data NFP AS. Mereka juga mencari petunjuk tentang prospek inflasi global dan tanggapan para pembuat kebijakan.

Volume perdagangan dan likuiditas di sesi Asia pun terbilang tipis karena libur nasional yang sedang berlangsung di Jepang dan China. Oleh sebab itulah, Greenback bisa bertengger di level tinggi setelah lonjakan akhir pekan lalu. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang lain, bertahan di 91.29, setelah melompat 0.73 persen akhir pekan lalu akibat serbuan profit-taking.

Kendati demikian, secara umum bias Dolar AS masih bearish, mengingat bulan April lalu penurunannya mencapai 2 persen. Prospek pemulihan ekonomi global yang positif, mengurangi permintaan terhadap Dolar AS sebagai safe-haven.

“Kami mengeksekpektasikan Dolar AS akan menurun karena peningkatan Outlook ekonomi global,” kata analis Commonwealth Bank of Australia, Kim Mundy, dalam catatannya yang dikutip oleh Reuters. Selain itu, menurut Mundy tingginya permintaan impor dari AS juga mendukung mata uang dari negara eskporternya.

“Namun demikian,” katanya, “risiko serangan singkat terhadap kekuatan dolar tetap ada, yakni jika data yang solid mendorong imbal hasil Treasury AS lebih tinggi secara signifikan.”

Awasi Data NFP AS Di Luar Ekspektasi

Untuk pekan ini, pasar akan menantikan data Non Farm Payroll (NFP) AS untuk bulan April. Perkiraannya, 978,000 pekerjaan akan ditambahkan dalam ekonomi AS. Akan tetapi, analis mengatakan bahwa respon pasar terhadap kejutan data (data yang di luar ekspektasi) mungkin akan sulit ditebak.

Hal itu karena investor mulai khawatir bahwa data yang kuat dapat mendorong bank sentral untuk mengurangi stimulus moneter mereka. “Risikonya adalah untuk angka yang lebih panas,” kata Chris Weston, kepala penelitian di broker Pepperstone di Melbourne.

“Tapi akankah data yang bagus mengarah pada aksi risk-off yang luas, kita tak tahu. Sebab, para trader sudah mengekspektasikan kenaikan suku bunga dan dolar menguat,” tambahnya. “Saya menduga kita mencapai titik di mana data yang benar-benar bagus dapat mulai menjadi hal yang buruk bagi pasar.”

Ada pula pendapat hakwish dari para pejabat Presiden The Fed untuk wilayah Dallas, Robert Kaplan. Ia mengatakan bahwa bank sentral seharusnya bisa memulai diskusi soal tapering dan kenaikan suku bunga pada tahun 2022. Namun demikian, Kaplan bukan termasuk voter FOMC untuk tahun ini, sehingga komentarnya tersebut tak memberikan dampak yang terlalu besar bagi nilai tukar Dolar AS.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.