Dolar AS Melonjak Akibat Komentar Dovish Ketua The Fed

Dolar AS naik terseret yield obligasi US Treasury di sesi perdagangan Kamis malam. Pasar yang awalnyaa sangat berharap bahwa ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan solusi atas lonjakan yield baru-baru ini, terpaksa gigit jari.

Pasalnya, Powell memang mengatakan bahwa ia memberikan perhatian khusus pada kenaikan yield obligasi. Namun menurutnya, hal itu justru adalah dampak dari kondisi peningkatan ekonomi. “Ada alasan yang bagus untuk berpikir bahwa Outlook (ekonomi) akan menjadi lebih positif dalam kondisi demikian,” kata Powell.

Powell tak menunjukkan tendensi untuk menyesuaikan program pembelian aset. Alih-alih, ia berkomitmen untuk menjaga suku bunga di level rendah. Akibatnya, saham-saham merosot dan yield obligasi AS kembali melonjak. Dolar AS melesat naik 0.74 persen ke 91.62, tertinggi satu bulan.

Kenaikan Inflasi Hanya Sementara

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ia memang memperkirakan bahwa inflasi akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Namun, hal itu kemungkinan tak akan sampai mengharuskan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

“Kami mengekspektasikan bahwa seiring dengan pembukaan kembali ekonomi dan diharapkan meningkat, kami memperkirakan inflasi bergerak ke atas melalui efek dasar. … Hal itu dapat menciptakan tekanan naik pada harga-harga.” kata Powell.

Saat ini, The Fed sedang membeli obligasi sebanyak $120 miliar per bulan dan mortgage-bases securities (MBS). Menurut Powell, kenaikan suku bunga membutuhkan kenaikan inflasi yang berlangsung lama atau cukup tinggi, serta ketenagakerjaan penuh. Hal itu belum akan terjadi dalam waktu dekat.

The Fed senang inflasi AS berada di kisaran 2 persen karena level tersebut merupakan sinyal bahwa ekonomi tumbuh sehat. Bank sentral tersebut juga masih menyediakan ruang untuk memotong suku bunga selama krisis. Sayangnya, saat ini inflasi AS masih di bawah level tersebut dan justru cenderung lemah akibat pandemi virus Corona.

Powell menambahkan bahwa untuk menaikkan suku bunga diperlukan perekonomian dengan ketenagakerjaan penuh dan inflasi yang menyentuh angka di atas 2 persen secara berkelanjutan. Namun, Powell memperkirakan bahwa hal itu tak akan terjadi tahun ini. Oleh karena itu, ia kembali menekankan bahwa bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran nol dan melanjutkan program pembelian obligasi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.