Dolar AS Melemah Akibat Jeda Reli Yield Dan Penguatan Rival Mayor

Dolar AS melemah di sesi perdagangan Selasa malam, akibat terhentinya laju kenaikan yield obligasi dan penguatan mata uang lain atas kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada ekspektasi.

Greenback mencapai level tertinggi satu tahun terhadap sekeranjang mata uang lainnya pekan lalu, karena imbal hasil Treasury melonjak. Selain itu, para investor juga memperkirakan bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga guna mengatasi inflasi yang sangat tinggi.

Namun demikian, yield obligasi tampaknya stabil pada hari ini, sehingga mengurangi permintaan untuk greenback. Pergerakan Dolar yang lebih rendah hari ini, kemungkinan juga dibesar-besarkan oleh faktor teknis karena investor menurunkan posisi beli.

“Pergerakan suku bunga hampir tidak menjelaskan sejauh mana penurunan USD,” kata analis di Scotiabank dalam sebuah laporan.

“Sebaliknya, likuidasi jangka panjang USD justru telah meningkat dan menjadi clear out posisi yang lebih luas. Hal itu memicu pembalikan teknis dalam USD secara umum,” kata mereka.

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang lainnya terakhir turun 0,27% hari ini di 93,67, setelah sebelumnya turun ke 93,50, terendah sejak 28 September.

Euro naik 0,29% menjadi $ 1,1644.

Mata uang, termasuk sterling dan dolar Selandia Baru, diuntungkan dari ekspektasi kenaikan suku bunga yang meningkat. Pound Inggris melonjak 0,60% menjadi $ 1,3810. Pasar finansial memperkirakan kenaikan suku bunga bank sentral secara kumulatif 35 basis poin pada akhir tahun.

Dolar Selandia Baru naik 0,95% menjadi $0,7152 setelah data pada hari Senin menunjukkan inflasi harga konsumen tercepat dalam lebih dari satu dekade.

Inggris dan Selandia Baru telah memimpin kenaikan imbal hasil obligasi jangka pendek, dengan imbal hasil jangka pendek naik secara komparatif lebih banyak daripada di Amerika Serikat.

Aussie menyentuh level tertinggi enam minggu di $0,7476, mengabaikan risalah dovish dari pertemuan terakhir Reserve Bank of Australia.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.